Translate

Redaksi Tabuka News | 16 February 2026

Tokoh Masuarakat; Konflik Kapiraya Murni Tapal Batas Tidak Ada Intervensi Bupati

Tokoh Masuarakat; Konflik Kapiraya Murni Tapal Batas Tidak Ada Intervensi Bupati


TIMIKA, TabukaNews.com  - Ketegangan di Kapiraya, Papua Tengah belakangan ini kembali memuncak setelah terjadi aksi saling serang dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas dan belasan unit rumah beberapa waktu lalu.  

Akibat konflik ini, aparat keamanan terus dikirim untuk bersiaga guna mencegah terjadinya konflik susulan di Kapiraya antar kelompok masyarakat.  

Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan dan menyebutkan jika terdapat kepentingan oknum-oknum tertentu di dalamnya. 

Namun, menyikapi hal tersebut, seorang Tokoh Masyarakat, Antonius  Kemong menegaskan bahwa konflik ini murni merupakan konflik antara mausarakat. 

Konflik ini menurutnya sudah berlangsung sejak lama dan bukan baru kali ini saja. 

Bahkan, menurutnya bukan hanya tentang Kapiraya antara Deiyai dan Mimika, namun perbatasan wilayah antara Mimika dengan beberapa daerah lainnya pun masih menjadi persoalan.    

Ia juga menyebutkan jika salah satu penyebab konflik di Kapiraya adalah sumber daya mineral yang terkandung di dalamnya. 

“Jadi yang Kapiraya ini dia ribut karena di situ ada emas baru ada hasil bumi yang seperti itu makanya cepat, masyarakat mulai masuk,” kata Antonis. 

“Jadi kalau orang bilang bahwa ada intervensi bupati di belakang semua itu, itu tidak benar, itu konflik kan sudah lama. Sebelumnya juga sudah sering konflik,” tambahnya. 

Ia pun meminta kepada para pihak yang menyebutkan bahwa ada campur tangan bupati dalam konflik tersebut agar berhenti menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Ia pun menyebutkan bahwa pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memfasilitasi kedua kabupaten baru-baru ini untuk melaksanakan rapat secara daring sebagai upaya penyelesaian konflik tapal batas.(Ahmad)