Translate

Redaksi Tabuka News | 13 February 2026

MBG di Mimika Baru Sasar 30 Ribu Orang, Ada 14 Distrik Belum Kebagian

MBG di Mimika Baru Sasar 30 Ribu Orang, Ada 14 Distrik Belum Kebagian


TIMIKA, TabukaNews.com  - Jumlah penerima manfaat dari program Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kini baru mencapai lebih dari 30 ribu orang. 

Berdasarkan jumlah di atas, dari 323.503 jiwa yang tersebar di 18 Distrik, baru 4 distrik yang merasakan manfaat MBG. Sedangkan, 14 distrik lainnya masih jauh dari sasaran program tersebut. 

Koordinator Regional BGN Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menjelaskan bahwa di Kabupaten Mimika sendiri pertama kali dimulai pada 18 Juli 2025. 

"Untuk jumlah penerima manfaat sendiri di Mimika kita sudah mencapai 30 ribuan, itu untuk yang peserta didik. Namun untuk yang non peserta didik seperti ibu hamil, bayi dan balita itu baru mencapai seribuan," kata Nalensius usai menghadiri rapat koordinasi bersama Satgas MBG di lantai 3 Gedung A Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Kamis (12/2/2026).

Kini, Mimika telah memiliki kurang lebih 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah di dalam Kota Timika.  

Dijelaskan, sekolah-sekolah penerima manfaat MBG dari 30 ribu lebih siswa berada di empat distrik di wilayah Kota Timika, yaitu Distrik Mimika Baru, Distrik Wania, Distrik Kuala Kencana dan Distrik Mimika Timur.

Ia menambahkan bahwa untuk 14 distrik lainnya di wilayah Kabupaten Mimika saat ini belum tersentuh oleh program MBG.

Bahkan, untuk beberapa sekolah di wilayah Kota Timika sendiri pun belum mendapatkan bagian dalam program MBG. Ini dikarenakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbatas sementara jumlah sekolah yang dilayani lebih banyak. 

"Satu dapur itu hanya mencakup 2000 sampai 3000-an. Jadi faktor-faktor ini dengan adanya jumlah SPPG yang masih sedikit  makanya belum semua sekolah mendapatkan," tuturnya.

Disamping itu, dalam rapat koordinasi itu juga telah dibahas langkah-langkah percepatan pelayanan MBG untuk 14 distrik lainnya.

"Kita lakukan rapat ini untuk akselerasi dan percepatan di wilayah-wilayah terpencil. Sebab, untuk wilayah terpencil itu mekanismenya berbeda, kita semua pengusulannya lewat satgas," katanya. 

BGN Papua Tengah akan bekerja sama dengan investor dan pengusaha-pengusaha lokal dalam hal penanganan MBG di daerah terpencil. 

Alasan ini akan menjadi dasar bagi Tim Satgas MBG untuk melakukan peninjauan guna mengevaluasikan kembali berapa banyak jumlah SPPG yang dibutuhkan di Timika untuk memenuhi akselerasi MBG. (Ahmad)