Translate

Redaksi Tabuka News | 25 April 2026

Siasat Roda Tiga Menjaga Napas Sekolah di Kapiraya

Siasat Roda Tiga Menjaga Napas Sekolah di Kapiraya


TIMIKA, TabukaNews.com – Di bawah bayang-bayang tantangan keamanan di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, deru mesin motor roda tiga  menjadi penanda bahwa sekolah belum menyerah. 

Setiap pagi dan siang, kendaraan bermotor bak terbuka itu berubah fungsi menjadi angkutan jemputan bagi siswa SDN Inpres Uta 2 Kapiraya.

Inisiatif ini bukan sekadar bantuan transportasi biasa. Ini adalah kolaborasi taktis antara Pemerintah Distrik, TNI, dan Polri untuk memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi di wilayah yang memerlukan pengawasan ekstra tersebut. 

Operasi "jemput bola" ini dipimpin langsung oleh Kanit Sabhara Polsek Mimika Barat, Aiptu Syariful Alamsyah.

Kapolsek Mimika Barat sekaligus Perwira Pengendali Pengamanan Kapiraya, Ipda Muhammad Yani, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran orang tua murid terhadap situasi keamanan. 

Kegiatan ini merupakan buah dari hasil kolaborasi antara Pemerintah Distrik Mimika Barat Tengah bersama TNI, dan Polri agar aktivitas belajar mengajar tidak lumpuh.

"Kami pihak keamanan terus memberikan dukungan serta memastikan kepada orang tua murid dan para guru bahwa situasi tetap terkendali," ujar Ipda Muhammad Yani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu, (25/4/2026).

Selain pengamanan rute perjalanan, aparat keamanan turut masuk ke ruang-ruang kelas dengan pendekatan yang lebih cair. 

Personel Brimob yang bertugas tidak hanya berjaga di pintu gerbang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para siswa.

Untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak yang mungkin terdampak situasi wilayah, para personel kerap membawa gitar dan mengajak siswa bernyanyi lagu kebangsaan serta lagu rohani. 

Upaya ini dilakukan demi memupuk semangat nasionalisme sekaligus memberikan rasa aman melalui kehadiran negara yang humanis.

Muhammad Yani memastikan komitmen pengamanan ini bukan agenda sekali jalan, melainkan prosedur rutin yang akan terus dievaluasi bersama pihak distrik.

"Kegiatan antar jemput ini tetap terus dilakukan dan tetap berkordinasi dgn pihak pemerintah distrik maupun unsur pihak lainya," tambah Muhammad Yani.

Melalui pengawalan ketat namun tetap hangat ini, aparat berharap proses transfer ilmu di Kapiraya tetap berjalan tanpa interupsi. 

"Kami tetap jalankan dan trus melaksanakan pengamanan baik antar maupun jemput para murid," pungkasnya.(Ahmad)