Translate
Redaksi Tabuka News | 23 April 2026Jembatan Digital di Jalur Langit: Strategi Indosat Membantu Jamaah Haji Tetap Terhubung
JAKARTA, TabukaNews.com - Ritual kolosal ibadah Haji sering kali dibayangi oleh kecemasan klasik: putusnya komunikasi dengan sanak saudara di tanah air. Menyadari beban psikologis tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui jenama Tri, meluncurkan layanan Tri Ibadah.
Inisiatif ini bukan sekadar urusan bisnis telekomunikasi, melainkan upaya mitigasi kerumitan teknis bagi jamaah di tengah padatnya jadwal ibadah dan proses transit antarnegara yang melelahkan.
Dengan fokus pada kemudahan akses, Tri mencoba memastikan bahwa teknologi tidak menjadi penghalang, melainkan penopang kekhusyukan jamaah di Tanah Suci sepanjang musim Haji 2026.
Langkah Indosat ini menjadi relevan mengingat skala massif keberangkatan jamaah Indonesia. Merujuk data Kementerian Agama, kuota Indonesia yang tetap stabil di angka 221.000 jamaah menuntut ketersediaan infrastruktur digital yang mumpuni agar koordinasi antar-rombongan tidak terputus.
Melalui Tri Ibadah, kerumitan aktivasi layanan roaming internasional dipangkas habis. Jamaah tak perlu lagi berganti kartu atau berburu *provider* lokal di negara transit seperti Turki atau Uni Emirat Arab, karena layanan ini telah mencakup 16 negara tujuan dan transit tanpa perlu aktivasi ulang.
Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi menegaskan bahwa orientasi utama layanan ini adalah kenyamanan batin para pelanggan.
“Bagi kami, konektivitas di momen Haji bukan sekadar soal akses internet, melainkan tentang menghadirkan ketenangan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah. Jamaah perlu tetap mudah memberi kabar ke keluarga di rumah, tetap lancar berkoordinasi dengan rombongan, dan tetap nyaman mengakses informasi penting selama perjalanan. Melalui Tri Ibadah, kami menghadirkan pilihan paket yang dirancang mengikuti kebutuhan perjalanan Haji, sehingga pelanggan bisa lebih fokus menjalankan ibadah, sementara urusan koneksi sudah siap menemani sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Secara teknis, efisiensi menjadi nilai jual utama yang ditonjolkan. Tri menawarkan skema harga yang kompetitif, mulai dari Rp650.000 hingga Rp950.000 dengan masa aktif mencapai 45 hari—durasi yang sangat ideal untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi Haji dari awal hingga akhir.
Nilai tambahnya terletak pada pemberian kuota domestik ekstra yang memastikan paket sudah bisa digunakan sejak jamaah masih berada di asrama Haji di Indonesia. Sebagai bentuk insentif, bagi mereka yang melakukan aktivasi dalam periode 17 Februari hingga 21 Mei 2026, Tri memberikan tambahan bonus kuota domestik hingga 2GB.
Upaya ini memperlihatkan sisi humanis dari sebuah perusahaan teknologi dalam mendukung hajat besar nasional. Dengan proses pembelian yang simpel melalui aplikasi bima+, kode USSD *899#, atau pesan WhatsApp, hambatan teknologi bagi jamaah lanjut usia pun dapat diminimalisir.
Pada akhirnya, Tri Ibadah memosisikan diri sebagai solusi praktis yang memastikan bahwa meskipun raga berada ribuan kilometer jauhnya di Makkah atau Madinah, silaturahmi dan koordinasi tetap terjaga dalam satu genggaman, membuat perjalanan menuju Tanah Suci menjadi lebih tenang, lancar, dan beradab.(Ahmad)