Translate

Redaksi Tabuka News | 17 February 2026

Salah Paham Transaksi Jual Beli Emas Picu Ketegangan di Jalan Ahmad Yani Timika

Salah Paham Transaksi Jual Beli Emas Picu Ketegangan di Jalan Ahmad Yani Timika


TIMIKA, TabukaNews.com — Aktivitas jual beli emas di wilayah Gorong-Gorong, Kabupaten Mimika, sempat diwarnai ketegangan akibat kendala pembayaran yang memicu kesalahpahaman antara pembeli dan pendulang. 

Ketegangan ini terjadi di Jalan  Ahmad Yani  Timika, Selasa (17/2/26) petang. 

Berdasarkan pantauan, saat ketegangan memuncak, sempat terjadi aksi bakar ban oleh para pendulang tradisional. Aktivitas ini mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. 

Tak lama kemudian, aparat kepolisian dari Unit Perintis Polres Mimika serta personel piket Polsek Mimika Baru dengan cepat merespon ke lokasi. 

Setibanya, polisi lalu mendatangi massa dan melakukan pendekatan persuasif. Aksi itu pun berhasil diredam. 

Danru Perintis Unit Patroli Polres Mimika, Bripka Ronal Malipa Tangke Tasik, saat ditemui di lokasi kejadian pun terlihat menjadi penengah antara pihak pembeli dan penjual emas. 

Ia pun telah memberikan arahan kepada para pembeli emas agar memperbaiki pola komunikasi dengan para penjual emas di Mimika. 

“Saya mau luruskan di sini, ini hanya salah paham. Kalau ada kendala keuangan—sampaikan secara terbuka. Jangan hanya minta maaf di dalam, sementara masyarakat tidak tahu situasinya,” tegasnya di hadapan para pihak yang terlibat.

Menurutnya, para pendulang tradisional menggantungkan nasib pada hasil dulang yang mereka dapatkan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan keluarga. 

Kendati demikian, ketika hal seperti ini terjadi tanpa penjelasan yang jelas, kondisi tersebut dapat memicu kesalahpahaman yang menimbulkan kekacauan.

“Namanya pendulang, dia itu kos rumah, biayai anak istri di rumah. Wajar kalau mereka menuntut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembeli emas harus transparan apabila mengalami kendala, misalnya karena keterbatasan uang tunai. Informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada para pendulang.

"Baru kamu juga harus tegas ke luar dari dalam, bilang bapak-bapak ibu-ibu yang mau jual emasnya, di sini kendala keuangan lagi menipis. Bukan saya tidak mau beli emas, tetapi tidak ada uang, Jadi mungkin tunggu bank buka dulu baru saya bisa beli, begitu, kamu harus tegas," katanya.

"Jangan kamu di dalam lagi minta maaf, kamu main HP, duduk-duduk tarik rokok, apa semua, ini kamu lihat keluarga-keluarga begini," imbuhnya.

Sementara itu, penjual emas, Zulfauzan, menjelaskan bahwa penutupan sementara toko bukan disebabkan turunnya harga emas, melainkan faktor perbankan.

"Toko emas tutup ini bukan karena harga emas turun, tapi karena bank tutup dua hari. Kalau besok atau lusa sudah stabil,” tutupnya. (Ahmad)