Translate

Redaksi Tabuka News | 19 February 2026

Proses Sedang Berjalan, Kepala Suku Mee Imbau Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Proses Sedang Berjalan, Kepala Suku Mee Imbau Warga Tidak Mudah Terprovokasi


TIMIKA, TabukaNews.com  - Proses penyelesai tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di Kapiraya saat ini sedang berjalan. 

Tak hanya di level pemerintahan, para tua-tua adat seperti kepala-kepala suku pun kini tengah bergerak agar penyelesaian tapal batas dapat segera tercapai. 

Semua ini langkah-langkah yang diambil muaranya hanya satu, yakni demi terciptanya situasi keamanan yang tetap kondusif dan mewujudkan kedamaian tanpa ada perselisihan yang panjang.  

Agar situasi keamanan tetap terjaga di tengah proses yang sedang berjalan ini, Kepala Suka Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Ia meminta semua pihak agar tetap tenang, terutama masyarakat adat Suku Mee dan mempercayakan proses yang sementara ini sedang diupayakan. 

“Saya sebagai kepala suku besar Mee Provinsi Papua Tengah menyampaikan kepada seluruh elemen, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, maupun lainnya mari kita bersatu memperjuangkan percepatan penyelesaian permasalahan ini. Ini yang kami harapkan,” ungkap Melkias saat ditemui, Rabu malam (18/2/2026). 

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu, atau ada provokator yang sementara berkembang, dinamika yang sementara berkembang di media dan lain-lain. Harus menahan diri supaya persoalan ini harus benar-benar kita ciptakan daerah ini aman, damai dan sentosa,” imbuhnya. 

Selama berada di Mimika, Melkias mengaku telah bertemu dan menjalin koordinasi bersama sejumlah tokoh, baik tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan juga beberapa tokoh lembaga masyarakat adat (LMA). 

Melkias juga menyadari bahwa pasca rapat koordinasi penyelesaian tapal batas yang ditengahi oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama tiga kabupaten, yakni Mimika, Deiyai dan Dogiyai beberapa waktu lalu telah menghasilkan sejumlah keputusan untuk ditindaklanjuti, salah satunya adalah pembentukan tim oleh masing-masing kabupaten.  

Untuk itu, ia pun menyatakan bahwa sebagai kepala suku besar, pihaknya telah siap untuk bersama-sama pemerintah mengawal proses penyelesaian tapal batas ini hingga tuntas, tentu dengan keterlibatan masyarakat adat dari kedua suku sebagai pemilik hak ulayat. 

“Marilah seluruh masyarakat harus bersabar, sesuai dengan tahapan dan jadwal sehingga daerah ini aman dan damai sehingga semua aktivitas bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. 

Melkias pun berharap semua pihak dapat bersatu, satu pikiran, satu persepsi dan satu tujuan menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya. (Ahmad)