Redaksi Tabuka News | 06 April 2023

DINKES MIMIKA GELAR PERTEMUAN KAMPANYE PERUBAHAN PERILAKU TERKAIT MALARIA

DINKES MIMIKA GELAR PERTEMUAN KAMPANYE PERUBAHAN PERILAKU TERKAIT MALARIA


Timika, TabukaNews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar pertemuan dalam rangka finalisasi dan koordinasi pelaksanaan strategi komunikasi perubahan terkait malariakeg sebagai tindak lanjut dari workshop yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 lalu, berlangsung di Timika, Rabu (5/4/2023).

Sekretaris Dinas Kesehatan, Marselino Mameyao, S.K.M., menghadiri sekaligus membuka kegiatan pertemuan kampanye perubahan perilaku terkait malaria, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Lenni Silas, S.K.M., Kepala Seksi Pelayanan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kamaludin, S.Kep.Ns., serta pendamping Unicef bagian program malaria untuk Kabupaten Mimika dalam penguatan kampanye perubahan perilaku, Dr. Chavia, sebagai pemateri.

Sekretaris Dinas Kesehatan, saat menyampaikan sambutannya menjelaskan sebagaimana diketahui bahwa penyakit malaria sangat tinggi di Papua dan menjadi penyumbang terbesar untuk Indonesia.

"Harapannya dari kegiatan yang merupakan lanjutan dari kegiatan workshop pada tahun 2022 lalu, dapat menyatukan persepsi di lapangan baik Pemerintah Kabupaten Mimika ataupun pihak terkait yang memiliki satu tujuan,"kata Marselino seperti dikutip dari diskominfo.mimikakab.go.id situs berita resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika. 

Selanjutnya, Kepala Seksi P2P saat menyampaikan pengantar materi yang memaparkan tentang pentingnya kampanye yang dilaksanakan saat ini, mengingat angka malaria di Kabupaten Mimika sangat tinggi.

Dikatakannya, pada tahun 2022 terdapat 30% kasus malaria di Indonesia yang merupakan sumbangsih dari Kabupaten Mimika dimana angka tersebut merupakan yang tertinggi di Asia dengan total pasien malaria 132 ribu atau 16% dengan 21 ribu pasien yang merupakan kelompok berisiko tinggu yaitu bayi, balita, dan ibu hamil sehingga dikatakan ini adalah kelompok yang rentan dan memiliki dampak cukup panjang.

Mengakhiri pengantar materi, Kamaluddin juga menyampaikan tentang persepsi dan perilaku masyarakat yang masih menganggap malaria merupakan hal yang biasa, namun sudah banyak kasus yang terjadi padahal dampak malaria cukup banyak dalam kesehatan.

"Dengan adanya pedoman seperti ini, Dinas Kesehatan ataupun pihak-pihak terkait sudah mengetahui hal apa saja yang harus disampaikan ketika melakukan kampanye kepada masyarakat," tutup Kamaluddin.(Celo)