Translate
Redaksi Tabuka News | 20 January 2026Waspada! Kasus Campak di Mimika Belakangan Ini Meningkat
TIMIKA, TabukaNews.com - Kasus campak hingga kini masih menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan di Kabupaten Mimika.
Pasalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatatkan tren kasus campak mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, sepanjang periode 2023-2025, kasus ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengatakan bahwa pada tahun 2023, jumlah terduga KLB Campak sebanyak 356.
Dinas Kesehatan lalu mengirim sebanyak 89 sampel untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya. Hasilnya, 19 sampel dinyatakan positif campak.
Hassil ini menyebabkan status KLB langsung diterapkan dimana tren kasus naik dan rantai penularanterdeteksi secara epidemologi.
Selanjutnya, upaya pengendalian pun dilakukan dengan mendorong percepatan imunisasi campak tambahan.
Langkah ini disebut membawa dampak positif setelah di tahun 2024 jumlah kassus campak menurun.
"Tahun 2024 kasus campak sebanyak 32 kasus tetapi tidak KLB walaupun lebih banyak dibanding 2023 karena dia tidak ada hubungan epidemologinya lagi atau kasusnya tidak mencar-mencar, satu di lokasi ini dan satu di sana," ujar Kamaludin, Senin 19 Januari 2026.
Menurut Kamaludin, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak di Mimika disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi.
"Jadi kita sangat berharap orang tua yang punya bayi, balita itu membawa anaknya ke Posyandu untuk imunisasi, bukan cuma imunisasi campak, ada BCG, DBT, polio gitu supaya ada kekebalan tubuh,” tutur Kamaludin.
“Kalau misalnya banyak anak-anak tidak diimunisasi, ya begini terus," ujarnya menambahkan.
Nahasnya, di tahun 2025 jumlah kasus campak kembali merangkak naik hingga menembus angka 524 kasus.
Dinas Kesehatan lalu mengirim 348 sampel untuk diuji di Surabaya. Dari jumlah itu, 120 sampel tercatat positif Campak.
Status KLB pun kembali ditetapkan. Dinas Kesehatan lalu kemali mengejar percepatan imunisasi dengan langsung mendatangi rumah-rumah dimana terdapat bayi dan anak-anak.
Adapun 120 kasus positif campak tersebut sudah ditangani hingga di akhir 2025 terlhat adanya penurunan kasus.
Kendati demikian, di awal tahun 2026 telah ada 29 kasus terduga campak yang tersebar di beberapa Puskesmas.
"Ini 29 ada di (Puskesmas) Pasar Sentral, Timika Jaya dan lainnya. Tapi ini memang masih terduga, belum ada hasil labnya," imbuhnya.(Ahmad)