Translate

Redaksi Tabuka News | 04 August 2023

Ketua 2PAM3 Laporkan Penundaan Kasus Korupsi Dana Sentra Pendidikan ke Ombudsman Papua

Ketua 2PAM3 Laporkan Penundaan Kasus Korupsi Dana Sentra Pendidikan ke Ombudsman Papua

Jakarta, Tabukanews.com - Antonius Rahabav, Ketua Perkumpulan Penggerak Aspirasi Masyarakat Minoritas Indonesia Maju (2PAM3), melaporkan masalah penundaan berlarut dalam kasus dugaan korupsi Dana Sentra Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika ke Ombudsman RI Perwakilan Papua.

Pimpinan LSM yang terdaftar dengan Nomor Register 0028/LM/IV/2023/JPR ini mengadukan soal Dugaan Penundaan Berlarut oleh Kejaksaan Tinggi Papua terkait penetapan P-21 atas Kasus Korupsi Sentra Pelayanan Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika tahun 2019. Kasus ini melibatkan tersangka Jenny O. Usmany dan dugaan tindak pidana korupsi Dana Sentra Pendidikan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus Papua berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Papua.

Permintaan keterangan terkait laporan tersebut telah dipenuhi baik oleh Polda Papua maupun Kejati Papua. Ombudsman Papua saat ini sedang mendalami masalah tersebut dan akan segera mengumumkan hasilnya ke publik.

Sebelumnya, Polda Papua telah menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap dugaan tindak pidana korupsi terkait alokasi anggaran belanja makan minum siswa/siswi/guru serta asrama dan karyawan untuk sentra pendidikan Kabupaten Mimika. Kasus ini ditangani melalui surat perintah penyidikan No: Sprindik/186.a/VIII/RES.3.1/2020/ Ditreskrimsus tertanggal 8 Agustus 2020, yang selanjutnya menetapkan Jenny O. Usmany sebagai tersangka.

Kasus korupsi Dana Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika tersebut bernilai Rp12.731.255.900,-, terdiri dari 2 kontrak dengan nomor 082/kontrak-JL/DP/2019 tanggal 26 November 2019 dengan nilai Rp8.056.673.900,- dan kontrak nomor 077/kontrak-JL/DP2019 tanggal 02 September 2019 dengan nilai Rp4.674.582.000,-. Diduga kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp1.6 Miliar.