Warga Jadi Korban Penikaman Di Yahukimo, Satgas Odc Lakukan Penyelidikan
YAHUKIMO, TabukaNews.com — Aparat gabungan dari Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tengah menyelidiki kasus penikaman terhadap seorang warga sipil berinisial H (35).
Peristiwa penganiayaan berat ini terjadi di Jalan Sosial Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami identitas pelaku, motif penyerangan, serta kemungkinan adanya keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula ketika korban mendatangi sebuah kios setempat untuk melakukan transaksi transfer uang.
Usai menyelesaikan transaksi dan hendak beranjak, korban diduga diserang secara tiba-tiba dari arah belakang oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tikam di bagian punggung sebelah kanan.
Meskipun terluka, korban sempat berteriak meminta pertolongan sambil berlari menuju rumahnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Dekai dalam kondisi sadar untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini telah resmi tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/58/X/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua. Berdasarkan keterangan awal, pelaku diduga berjumlah satu orang dan melarikan diri ke arah permukiman Jalur I, Distrik Dekai, seusai melakukan aksinya.
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB
Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan bahwa tim gabungan telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengumpulkan berbagai barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus ini.
“Pada 27 Oktober 2026, kami bersama Polres Yahukimo telah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian penikaman tersebut. Personel kemudian melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti untuk membantu mengungkap pelaku dan motif penyerangan,” jelas Wakasatgas Humas saat dijumpai di Mimika, Rabu (28/10/2026).
Selain memburu pelaku tunggal tersebut, penyidik juga tengah mendalami dugaan keterkaitan peristiwa ini dengan aktivitas KKB Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Kopi Tua Heluka.
Kendati demikian, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian berbasis fakta dan alat bukti yang sah.
“Kami masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam peristiwa ini. Setiap dugaan harus dibuktikan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan. Karena itu, kami meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” tambah AKBP Andria.
Komitmen Penegakan Hukum dan Imbauan Kamtibmas
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara menyeluruh dan profesional guna mengungkap kebenaran di balik insiden ini.
“Setiap dugaan keterlibatan pihak tertentu harus dibuktikan melalui proses penyidikan. Kami meminta penyidik mendalami perkara ini secara profesional agar seluruh fakta dapat terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kaops.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, mengajak masyarakat Kabupaten Yahukimo untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempercayakan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian ini, silakan menyampaikannya kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Wakaops.
Pihak kepolisian juga menjamin kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi relevan demi memperlancar proses pengungkapan kasus, seraya terus berupaya menjaga situasi keamanan di Tanah Papua tetap kondusif.
Editor: Ahmad









