Usut Pembunuhan 2 Siswa Magang Di Mimika, Polisi Periksa 5 Saksi
MIMIKA, TabukaNews.com — Penyidik Kepolisian Resor Mimika bergerak maraton mengusut kasus pembunuhan dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kuala Kencana yang dibunuh mengenaskan di lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Hingga Senin (31/8/2026), polisi telah memeriksa lima orang Saksi kunci guna mengungkap misteri kematian kedua siswa tersebut.
Korban kedua, Nomison Genongga dan Tardius Kogoya, sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah pada Minggu 30 Agustus 2026 pagi di dalam kamar belakang sebuah bengkel mobil di Jalan Yan Tinal, kawasan Trans Baru SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Keduanya mengalami luka terbuka yang parah akibat sabetan senjata tajam di bagian leher.
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Putut Yudha Pratama menyatakan pemeriksaan intensif marathon ini dilakukan untuk mengumpulkan petunjuk serta memetakan kronologi kejadian sebelum jasad kedua korban ditemukan.
Ia menjelaskan bahwa kelima saksi yang diperiksa meliputi pemilik bengkel hingga rekan-rekan sesama pelajar magang.
Selain menggali keterangan para saksi, tim Inafis dan Reskrim Polres Mimika telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penginapan korban.
Petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa pendarahan tersebut, meliputi satu unit telepon seluler warna hitam, satu botol bekas minuman keras merek anggur hijau berisi miras lokal jenis sopi, satu potongan botol air mineral yang dimodifikasi menjadi gelas takar, serta satu buah kunci sepeda motor.
Berdasarkan analisis awal di lokasi kejadian, tim investigasi tidak menemukan adanya indikasi perlawanan atau kontak fisik sebelum korban dieksekusi.
“Jadi, tidak ada jejak pertemuan di sana, tapi ada sejumlah bukti yang diamankan,” kata Putut.
Kendati petunjuk awal mengindikasikan para korban diserang tanpa perlawanan, pihak kepolisian menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan motif maupun mengeklaim identitas pelaku.
Penyidik masih mendalami seluruh alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap tabir pembunuhan ini secara terang benderang.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan dan akan terus dilakukan penyelidikan,” tutur Putut.
Editor: Ahmad









