Tomas Mimika Saran Bupati Omaleng Batalkan Roling Brutal, Raih Simpatik Rakyat

Tomas Mimika Saran Bupati Omaleng Batalkan Roling Brutal, Raih Simpatik Rakyat

Timika, Tabukanews.com - Polemik rolling jabatan di lingkup Pemkab Mimika menyita perhatian warga, termasuk tokoh masyarakat Mimika, Mariunus Maknaipeku.

Ia melayangkan kritik dengan harapan pemerintah dapat merevisi kebijakannya sehingga menuai nilai tinggi kepuasan masyarakat.

Menurutnya, Bupati Mimika perlu membatalkan toling jabatan yang terkesan brutal itu, yang membuat masyarakat menjadi kehilangan simpatik di akhir masa jabatan kepala daerah Kabupaten Mimika.

"Pak Bupati ini 'kan mau maju gubernur, harusnya rangkul semua orang. Bukannya malah memperlihatkan hal yang tidak disukai, (warga) jadi musuhnya. Sehingga dinamika politik pak bupati ke depan menjadi baik. Jadi, semua harus dirangkul termasuk pak wakil bupati karena untuk mencari dukungan," katanya Kamis (07/12/2023). 

Lagi katanya, ia menilai roling jabatan yang brutal itu terjadi karena diduga mendapat masukan yang salah dari orang-orang terdekat bupati, yang malah menjerumuskannya.

Menurutnya, para ASN asli Mimika Amungme Kamoro juga harus dirangkul dan diberi kesempatan, agar mendukung dirinya dan bukan malah dikecewakan.

"Sekarang dalam beberapa bulan saja sudah terjadi empat kali roling, saya yakin itu semua desakan dari orang-orang dekat Bupati. Masa' kepala sekolah bisa jadi kepala distrik? Masyarakat lihat ini ada apa? Lebih baik baik batalkan saja dari pada masyarakat jadi tidak simpati lagi dengan pak Omaleng," sebutnya.

Marianus mempertanyakan, apakah karena Bupati Omaleng sudah banyak uang dan ada orang-orang pintar disekelilingnya, sehingga tidak lagi membutuhkan dukungan masyarakat saat mencalonkan diri sebagai gubernur nantinya.

"Mungkin Pak Omaleng punya banyak uang, bisa bayar atau dengan orang-orang di sekelilingnya yang bisa atur dan akhirnya bisa menang. Tapi itu bukan satu jawaban,"

"Pak Omaleng orang baik seharusnya bisa dapat dukungan rakyat tapi di sekelilingnya banyak orang tidak baik akhirnya menjerumuskannya," imbuhnya.

Tambahnya, seharusnya duo kepempinan OMTOB (Omaleng-Rettob) bisa menjadikan Mimika lebih baik tapi akhirnya malah rusak keharmonisannya.

Justru di masa akhir jabatan, Bupati Omaleng mempertontonkan keputusan yang salah aturan sehingga birokrasi pemerintahan rusak. 

"Pak Mendagri, KASN dan Pj Gubernur Papua Tengah harus melihat ini. OMTOB harus disatukan kembali. Mimika harus diselamatkan. ada oknum-oknum yang sudah kacaukan Mimika dan rusak birokrasi maka harus dikembalikan seperti semula," tandasnya.(Manu)

Iklan