Tidak Ada Publikasi Giat Wabup Jr, Buletin Mimika Membangun Disorot Sarat Kepentingan Tersendiri
Timika, Tabukanews.com - Buletin Mimika Membangun yang diterbitkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, disoroti kontennya karena dinilai sarat akan kepentingan tersendiri.
Tokoh Amungme Mimika, Anthonius Kemong, menyoroti rubrik buletin itu di seluruh edisinya tidak pernah sekalipun menampilkan kegiatan yang dilakukan mantan Wakil Bupati yang saat ini menjadi Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob (JR). Dari sekitar 9 buletin yang dibacanya, hanya melingkup beberapa OPD dan kegiatan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, pada saat itu.
Ia menilai, Wakil Bupati JR saat itu melakukan sangat banyak kegiatan yang harusnya turut diliput dan dimasukan ke dalam buletin yang dikelola Bappeda Mimika.
"Bagaimana mungkin, kegiatan Pak Johannes Rettob tidak ada satupun dalam buletin ini? Kita tahu sendiri beliau bekerja luar biasa saat itu hingga ke pesisir dan pegunungan untuk masyarakat, namun tidak pernah tercatat dalam buletin Mimika Membangun ini," ujarnya.
Anton juga menanyakan sikap kepala Bappeda saat ini, Yohana Pailing, yang terlihat memiliki tendensi tertentu dalam penerbitan buletinnya pemerintah daerah itu.
"Masyarakat tahu siapa yang bekerja. Kenapa sekelas kepala OPD tidak tahu pimpinannya bekerja ke sana kemari, ada apa ini? " katanya.
Buletin yang dibiayai melalui dana Pemkab Mimika tersebut juga terlihat sangat condong hanya meliput dinas tertentu seperti pendidikan dan perhubungan yang saat itu dijabat oleh mantan Kadis, Ida Wahyuni dan Jenny Usmani
Sementara itu, Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, juga angkat bicara mengenai hal ini. Menurutnya justru pada saat kemarin Bupati Mimika Eltinus Omaleng sangat sedikit menghadiri kegiatan yang dilakukan Pemda Mimika.
"Bagaimana mungkin seluruh isi buletin hanya menampilkan kegiatan Bupati Omaleng, padahal kita tahu sendiri pada saat itu Wakil Bupatilah yang sangat sibuk melayani masyarakat dari pesisir hingga pegunungan. Saya menilai ini hanya intrik yang dilakukan kepala Bappeda agar bos senang pada saat itu" cetusnya.
Ruben, salah satu warga di pesisir yang diwawancara media, juga bingung dan tidak pernah tahu ada buletin seperti itu. Ia mengaku sama sekali belum pernah melihat bahkan membaca adanya proses pembangunan Mimika yang dibuatkan dalam sebuah majalah.
"Sampai hari ini saya tidak pernah melihat bentuknya seperti apa. Mungkin hanya untuk mereka (kalangan sendiri), namun hal seperti ini harusnya untuk masyarakat seperti kami yang tinggal jauh dari kota, karena untuk akses internet saja kami terbatas. Jadi, salah satu cara tentunya kami juga harus mendapatkan akses buletin pembangunan tersebut," pintanya.
Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Bapeda Yohana Pailing, mengatakan bahwa isi dari buletin menyesuaikan kegiatan pimpinan dan OPD pada saat itu.
"Edisi kapan itu? Edisi terbaru sudah masuk semua, tergantung aktifitas pimpinan dan OPD-OPD saat itu" reply-nya.(dzy)









