Temu Alumni Binterbusih Ke-5 di Timika Rayakan 50 Tahun Pengabdian Paul Sudiyo

Suasana pertemuan Alumni Binterbusih ke-5 di Graha Eme Neme Yauware, Mimika Papua Tengah, Jumat (4/9/2026). (Foto: Desy).

Temu Alumni Binterbusih Ke-5 Di Timika Rayakan 50 Tahun Pengabdian Paul Sudiyo

MIMIKA, TabukaNews.com — Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) menggelar Bedah Buku dan Temu Alumni ke-5 se-Papua Raya Tahun 2026 di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026). 

Agenda tahunan yang berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) ini mengusung tema “Mempererat Persaudaraan dan Menembus Atas Gunung-Gunung, Lembah-Lembah, dan Pesisir Pantai Menuju Papua Adil, Damai, Sejahtera”.

Pertemuan berskala regional ini dirangkaikan dengan perayaan 50 tahun pengabdian pendiri sekaligus pembina generasi muda Papua, Paul Sudiyo. Rangkaian acara dibuka dengan misa syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Timika Mgr. Bernardus Baru, OSA.

Direktur Yayasan Binterbusih Pascalis Abner menegaskan bahwa konsistensi pengabdian Paul Sudiyo selama lima dekade telah mencetak ribuan sumber daya manusia unggul di Tanah Papua. Menurutnya, nilai utama yang selalu ditanamkan kepada para alumni adalah komitmen untuk kembali membina daerah asal.

“50 tahun bukan sekedar angka, tapi tentang berapa banyak kehidupan yang telah disentuh, berapa banyak anak-anak muda Papua yang diberi kesempatan, dan berapa banyak harapan yang dinyalakan,” kata Pascalis, Jumat (4/9/2026).

Pascalis mengingat kembali nasehat Paul Sudiyo yang menjadi pelecut semangat para pelajar Papua selama menempuh pendidikan di luar daerah: “Pulang dan segera berbuat pengabdian bagi masyarakatmu. Jadilah tuan bagi negerimu.” Pesan inilah yang dinilai menjadi landasan terbentuknya karakter alumni Binterbusih.

“Momentum 50 tahun pengabdian ini menjadi refleksi sekaligus dorongan bagi alumni dan masyarakat Papua untuk terus melanjutkan semangat pelayanan. Binterbusih bukan sekadar yayasan, melainkan perjalanan hidup yang menyalakan harapan dan membentuk generasi Papua yang lebih baik,” ujarnaya.

Bupati Mimika Johannes Rettob yang hadir dalam perhelatan tersebut meminta seluruh alumni Binterbusih mengoptimalkan kapasitas diri di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, pendidikan, kesehatan, hingga dunia usaha. Rettob menilai tantangan geografis Papua harus dijawab dengan soliditas jaringan alumni.

“Persaudaraan sejagat tidak mengenal batasan bahasa, agama, maupun latar belakang. Justru perbedaan ini menjadi potensi luar biasa untuk membangun negeri,” ungkap Rettob.

Ia menambahkan, jejak jejak pendidikan Binterbusih merupakan modal sosial penting dalam mendorong kemandirian masyarakat adat di daerah. “Dengan semangat kebersamaan, alumni kami diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya dan menjadi tuan di tanah sendiri,” tutupnya.

Ketua Panitia Nenu Tabuni menjelaskan bahwa Temu Alumni ke-5 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah perumusan kontribusi strategis bagi pembangunan Papua.

“Alumni adalah energi manfaat bagi proses pembinaan dan bagian penting dari sumber daya manusia yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Tanah Papua,” ujar Nenu.

Ia berharap perhelatan ini memicu aksi nyata dari seluruh alumni Binterbusih yang tersebar di wilayah pesisir hingga pegunungan. “Momentum temu alumni ini kami harapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penggerak semangat baru bagi alumni Binterbusih untuk terus berkontribusi dalam membangun Papua yang adil, damai, dan sejahtera,” tutup Nenu.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan