Tak Ditemukan, Pencarian 4 Korban Perahu Ketinting Tenggelam di Asmat Dihentikan

Tim SAR gabungan saat menyisir wilayah perairan Muara Betsbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. (Foto: SAR TIMIKA).

Tak Ditemukan, Pencarian 4 Korban Perahu Ketinting Tenggelam Di Asmat Dihentikan

MIMIKA, TabukaNews.com — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap empat korban tenggelamnya perahu bermesin ketinting di Perairan Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh tanpa menghasilkan hasil, Sabtu (12/9/2026).

Penutupan operasi kemanusiaan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara tim SAR gabungan, unsur aparat keamanan, serta pihak keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika I Wayan Suyatna mengonfirmasi penyelesaian tahapan pencarian lapangan yang telah menghabiskan seluruh sumber daya di wilayah perairan tersebut.

“Kami melaporkan penyelenggaraan Operasi SAR terhadap perahu katinting yang mengalami kecelakaan di Perairan Agats. Hari ini, hari Sabtu, 12 September tahun 2026, memasuki hari ketujuh dengan hasil nihil,” ujar I Wayan Suyatna dalam keterangannya, Sabtu malam. 

Persiapan intensif selama satu pekan terakhir melibatkan personel dari Pos SAR Asmat, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta pihak Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) yang terus memapalkan pesan siaga ke kapal-kapal yang berlayar. Masyarakat nelayan lokal juga berpartisipasi penuh menyisir jalur-jalur perairan.

"Unsur SAR yang terlibat di antaranya dari unsur TNI, Polri, kemudian Perhubungan Laut—dalam hal ini adalah SROP—dengan melaksanakan pemapelan terhadap kapal-kapal yang melalui jalur tersebut. Korban mudah-mudahan bisa ditemukan. Selanjutnya, kami dibantu oleh masyarakat nelayan yang sangat antusias membantu kami, sehingga pelaksanaan Operasi SAR dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Namun, hasil pencarian masih nihil," ungkap I Wayan.

Mengingat batas waktu standar operasi telah memenuhi tanda-tanda keberadaan korban, tim menyepakati kerahasiaan pencarian rutin.

"Kemudian kami berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat serta keluarga korban, kami mendapatkan mufakat bahwa Operasi SAR kami usulkan untuk ditutup kepada Kepala Badan SAR Nasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat atas koordinasi dalam pelaksanaan Operasi SAR ini. Dan bilamana korban atau tanda-tanda dapat ditemukan, kami akan membuka Operasi SAR tersebut," tegasnya.

Petaka laut ini bermula pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIT. Perahu ketinting yang membawa delapan penumpang bertolak dari Kali Wen menuju Distrik Kamur. 

Saat berlayar di perairan Muara Betsbamu, gelombang tinggi tiba-tiba menghantam hingga perahu terbalik dan menghempaskan seluruh penumpang ke laut.

Tiga penumpang berhasil selamat di awal kejadian usai ditolong nelayan, yakni Ebestina Kuwaito (34), Sabastian Kamur (22), dan Lina Kamur (20).

Sementara itu, dari lima korban hilang, satu korban bernama Beni Yod (20) berhasil ditemukan dalam kondisi kematian dunia oleh pihak keluarga di perairan Ayip pada Selasa malam (8/9/2026).

Dengan ditutupnya operasi ini, empat korban lainnya dinyatakan hilang di laut, yaitu Anton Yod (35), Bela Yod (4), Tekla Yod (2), dan balita bernama Gilang Yod yang masih berusia enam bulan. Pemantauan pasif tetap dilakukan oleh jaringan nelayan serta instansi maritim di wilayah Asmat.

Editor: Ahmad

Iklan