Sinte Dan Vape Narkoba Incar Pelajar Mimika, Transaksi Via Medsos Marak
MIMIKA, TabukaNews.com — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika, Papua Tengah, menyoroti tren mengkhawatirkan terkait peredaran gelap narkotika yang kini menyasar kalangan remaja.
Tembakau sintetis atau sinte—yang masuk dalam narkotika golongan I—menjadi jenis yang paling banyak dikonsumsi oleh kelompok usia pelajar di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas, mengungkapkan bahwa pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi kelompok yang paling rentan terjerumus.
Menurutnya, tingginya rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru menjadi pemicu utama.
Kondisi ini diperparah oleh perkembangan teknologi. Ruslan menjelaskan, para pengedar kini mayoritas memanfaatkan media sosial sebagai jalur transaksi utama untuk menjangkau pembeli usia muda.
"Rata-rata pengguna, sudah pasti tahu pengedar dan mereka membeli. Jika ada teman-temannya yang percaya sama dia, apalagi teman sebaya, pasti dia akan dapat mempengaruhi temannya yang lain. Tingkat SMP, SMA itu, mereka paling rawan terhadap narkotika akibat ingin coba-coba," terang Ruslan, Sabtu (27/6).
*Faktor Keluarga dan Modus Baru Lewat Cairan Vape*
Sepanjang tahun 2026, BNNK Mimika mencatat telah menangani sedikitnya 16 kasus penyalahgunaan narkotika.
Ruslan memastikan seluruh pengguna yang terlibat dalam belasan kasus tersebut saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam oleh petugas, faktor keharmonisan keluarga memegang peran krusial.
Sebagian besar kasus penyalahgunaan dipicu oleh kondisi keluarga yang retak (broken home) serta minimnya pengawasan orang tua, termasuk pemberian uang saku yang berlebihan tanpa kontrol.
Celah psikologis ini kemudian dimanfaatkan oleh produsen narkotika. Mereka terus memodifikasi produk agar menyerupai tren gaya hidup anak muda.
Salah satu modus baru yang ditemukan adalah menyusupkan cairan narkotika ke dalam rokok elektronik atau vape untuk mengelabui petugas.
Selain memanfaatkan media sosial untuk bertransaksi, modus operandi peredaran kini bergeser dengan memanfaatkan jasa pengiriman paket kilat. Hal ini diakui mempersulit deteksi dini dan pengawasan di lapangan.
BNNK Mimika juga menemukan perbedaan motif penggunaan berdasarkan kelompok usia. Kelompok dewasa mayoritas mengonsumsi sabu dengan alasan menjaga ketahanan fisik saat bekerja.
Sementara itu, kelompok pelajar cenderung memilih tembakau sintetis demi mendapatkan efek halusinasi. (Ahmad)









