Sepanjang Januari Hingga Agustus 2026, 26 Nyawa Melayang Di Jalanan Mimika
MIMIKA, TabukaNews.com — Kesadaran berkendara di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berada pada titik mengkhawatirkan. Sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026, tren kecelakaan lalu lintas di wilayah ini melonjak tajam dan merenggut puluhan korban jiwa. Data kepolisian mencatat, sebanyak 26 orang meninggal dunia di jalan raya sejak Januari hingga Agustus.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika merekam total 239 kasus kecelakaan sepanjang periode tersebut. Selain korban tewas, insiden di jalan raya ini turut mengakibatkan ratusan warga menderita cedera.
Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Rudolf Sormin Kakanga, mengonfirmasi dampak fisik yang dialami para korban.
“Ada 26 orang meninggal dunia, 227 orang mengalami luka berat, dan 85 orang mengalami luka ringan,” katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Tren Bulanan yang Terus Merangkak Naik
Grafik kecelakaan lalu lintas yang dirilis Satlantas Polres Mimika menunjukkan pola yang cenderung merangkak naik saban bulan.
Awal tahun dibuka dengan 23 kasus pada Januari, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 25 luka berat, dan sembilan luka ringan. Angka ini melonjak pada Februari menjadi 28 kasus—menyebabkan lima orang meninggal dunia, 25 luka berat, dan empat luka ringan.
Maret mencatatkan 27 kasus (lima meninggal, 24 luka berat, delapan luka ringan), disusul April dengan 27 kasus (tiga meninggal, 34 luka berat, 12 luka ringan). Memasuki Mei, terjadi 30 kasus kecelakaan (empat meninggal, 24 luka berat, sembilan luka ringan), sementara Juni mencatat 28 kasus (satu meninggal, 28 luka berat, delapan luka ringan).
Puncak lonjakan terjadi pada dua bulan terakhir masa pendataan. Pada Juli, angka kecelakaan menembus 37 kasus (empat meninggal dunia, 33 luka berat, 14 luka ringan). Agustus menjadi bulan tersuram dengan 39 kasus (tiga meninggal dunia, 34 luka berat, 21 luka ringan).
Kelalaian Pengendara Dominasi Penyebab
Berdasarkan identifikasi kepolisian, kelalaian pengemudi menjadi pemicu utama di balik berderetnya tragedi jalanan tersebut. Faktor manusia tercatat membidani 215 dari total 239 kasus kecelakaan yang terjadi.
Selain faktor kelalaian, konsumsi alkohol turut memicu 16 kasus kecelakaan. Adapun kendala teknis kendaraan dan kondisi fasilitas jalan yang tidak memadai masing-masing menyumbang empat kasus.
Iptu Rudolf Sormin Kakanga menegaskan rincian penyebab fatalitas di jalan raya Mimika tersebut.
“Penyebab utama adalah kelalaian pengendara atau faktor manusia sebanyak 215 kasus, pengaruh alkohol 16 kasus, faktor kendaraan ada empat kasus, dan faktor jalan juga empat kasus,” tutupnya.
Editor: Ahmad









