Sentuhan Budaya Kamoro Dan Inovasi Penyelamatan Warnai Ifrc 2026 Di Pt Freeport Indonesia
MIMIKA, TabukaNews.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi kembali menjadi tuan rumah ajang keselamatan tambang nasional, Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026.
Perhelatan nasional ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bekerja sama dengan PTFI sebagai tuan rumah serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Ajang ini dipusatkan di kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dan berlangsung pada 21 hingga 31 Oktober 2026. Sebanyak 17 tim tanggap darurat dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi terkemuka di Indonesia turut ambil bagian, di antaranya tim dari PT ANTAM Tbk, PT Adaro Indonesia, PT Vale Indonesia, PT Pamapersada Nusantara, PT INALUM, serta dua tim tuan rumah yaitu PT Freeport Indonesia – Amungme Team dan Kamoro Team.
Kesempatan ini menjadi momen bersejarah bagi PTFI setelah terakhir kali memegang peran serupa lebih dari dua dekade lalu.
"Menjadi suatu kehormatan buat kami bahwa IFRC boleh diselenggarakan di Kuala Kencana. Event ini adalah yang ketiga setelah 21 tahun lalu kami pernah menyelenggarakan event yang sama di 2005," kata Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, dalam konferensi pers di Gedung Fire Station Kuala Kencana, Rabu (21/10/2026).
Carl menegaskan bahwa kesiapsiagaan tim tanggap darurat merupakan aspek krusial dalam menjamin keselamatan operasional tambang skala besar.
"Komitmen PT Freeport Indonesia adalah SINCERELY, di mana huruf 'S' pertamanya adalah safety. Kami tidak akan beroperasi jika keselamatan kerjanya tidak terpenuhi," ujarnya.
Promosi Budaya Kamoro dan Pelibatan Masyarakat
Selain menguji ketangkasan teknis penyelamatan, kompetisi tahun ini dirancang khusus untuk mengangkat kearifan lokal Papua. Hal tersebut tercermin dari penggunaan maskot resmi IFRC 2026 berupa "Cenderawasih Penyelamat", yang menggabungkan keindahan Burung Cenderawasih khas Papua dengan seragam pemadam kebakaran yang tangguh.
Salah satu agenda utamanya adalah peresmian patung ukiran khas suku Kamoro—suku asli kawasan pesisir Mimika—pada prosesi budaya di area latihan utama (fireground) Kuala Kencana.
"Kami berkeinginan mempromosikan budaya Kamoro. Kami menyiapkan patung Kamoro yang diresmikan secara simbolik dengan tarian tradisional," tutur Carl.
Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menjelaskan bahwa kepanitiaan juga menggandeng pelaku UMKM lokal binaan perusahaan serta Dekranasda Mimika di bawah binaan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.
Dari segi edukasi publik, panitia menggelar program Safety Goes to School (dikenal juga Rescuer Goes to School) pada 23 Oktober 2026 yang menyasar 1.000 siswa di 10 sekolah.
Sekolah yang dikunjungi meliputi SMP YPJ Kuala Kencana, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), SMPIT Permata Papua, SMPN 2 Mimika, SMPN 4 Mimika, SMAN 1 Mimika, SMKN 1 Kuala Kencana, SMKN 3 Kesehatan dan Sosial, SMA YPPK Tiga Raja, dan SMA Kristen Shining Stars.
"Kami ingin memberikan pengetahuan dasar kedaruratan kepada anak-anak sekolah, sekaligus mengajak mereka menyaksikan langsung skenario penanganan bencana di area latihan," kata Periyadi.
Uji Kompetensi Berstandar Global dan Tren Penyelamatan Modern
Kompetisi dua tahunan ini mempertandingkan delapan kategori tantangan (challenge) teknis:
* Firefighter Competency Test (FCT) & Individual Skill (IDS): Uji kompetensi individu meliputi tes tertulis, inspeksi SCBA, CPR, AED & BVM, teknik shoring, dan operasi lifting bag.
* Road Accident Rescue (RAR): Simulasi penyelamatan korban kecelakaan kendaraan berat dan ringan.
* Confined Space Rescue (CSR): Evakuasi di ruang terbatas dan sempit dengan ventilasi minim.
* High Angle Rescue Technique (HART): Penyelamatan di ketinggian ekstrem.
* Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR): Pencarian dan evakuasi korban reruntuhan bangunan masif.
* Structural Fire Fighting (SFF): Pemadaman kebakaran struktur bangunan secara real-time.
* Underwater Rescue & Recovery (UWRR): Operasi penyelamatan dan pemulihan bawah air di Danau MP28.
* Firefighter Combat Challenge (FCC): Uji ketahanan fisik individu berintensitas tinggi di Mimika Sport Complex (MSC).
Lokasi perlombaan tersebar di beberapa titik vital, antara lain Fireground Kuala Kencana, Danau MP28, Multi Purpose Building Kuala Kencana, dan Mimika Sport Complex (MSC).
Untuk menjaga akuntabilitas dan standar global, ajang ini melibatkan juri internasional dari berbagai benua serta dihadiri oleh Sekretaris Jenderal International Mines Rescue Body (IMRB).
Koordinator Juri perwakilan PERTAPINDO, Wiyono Winarno, menyampaikan bahwa ajang ini menekankan pada evaluasi efisiensi penyelamatan, bukan sekadar persaingan meraih trofi.
"Ujian yang sesungguhnya ada di lapangan. Kata kuncinya, IFRC ingin membawa tim pada level kompeten—artinya efisien dalam waktu dan nyawa terselamatkan," ungkap Wiyono.
Ia menambahkan, IFRC ke-8 memperkenalkan pendekatan teknis berbasis sains (science-based rescue) serta penerapan teknologi modern seperti Virtual Reality (VR) untuk simulasi bahaya. Di samping itu, seluruh peserta diajak meninjau area reklamasi MP21 milik PTFI untuk melihat tata kelola pemulihan lingkungan pertambangan.
Rangkaian acara akan ditutup secara resmi melalui acara Closing Ceremony pada 31 Oktober 2026 di Mimika Sport Complex.
Editor: Ahmad









