Translate

Redaksi Tabuka News | 05 January 2026

Segini Angka Serapan Anggaran Pemkab Mimika Sepanjang 2025

Segini Angka Serapan Anggaran Pemkab Mimika Sepanjang 2025


TIMIKA, TabukaNews.com - Penyerapan anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika sepanjang tahun 2025 sampai dengan 31 Desember tidak mencapai target 80 persen. 

Menurut Bupati Mimika Johannes Rettob, hingga akhir Desember presentase penyerapan anggaran baru mencapai angka 75,73 persen. 

Kata Johannes, ini disebabkan banyak pekerjaan fisik yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak terselesaikan hingga akhir tahun. 

Khusus di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sejumlah persoalan hukum yang sempat menyeret sejumlah pejabat dari internal dinas menyebabkan banyak proses lelang terhambat, begitupun dengan proyek pekerjaan fisik yang telat dimulai. 

“Ya, yang memang kalian mengerti situasi dan kondisi yang terjadi selama ini, sehingga terjadi PPK berganti-ganti, akhirnya ada beberapa yang dilelangkan, tidak dilelangkan karena memang situasional,” tutur Johannes, Senin (5/1/2026).

Selain itu, ada juga kegiatan-kegiatan pada Dinas Pendidikan (Disdik) yang punya daya serap kecil, dikarenakan sejumlah dana hibah yang belum diproses. Dana-dana hibah tersebut jika dihitung-hitung sebanyak 4 persen dari seluruh total anggaran. 

Lebih lanjut, kata Johannes jika semua proses itu dapat diselesaikan pada akhir tahun, serapan anggaran bisa saja mencapai target yang ditentukan. 

“Kalau OPD-OPD lain… semua rata-rata cukup baik,” ungkapnya. 

Selanjutnya, hal lain yang juga mempengaruhi rendahnya serapan anggaran di sepanjang tahun 2025 lalu dikarenakan adanya beberapa kegiatan fisik yang hanya dibayarkan sesuai progres pekerjaan. 

Semua ini terjadi karena proses lelang yang berkepanjangan dan terlambat. Johannes mengakui, 2025 merupakan tahun yang paling sulit karena semua proses pelelangan menjadi masalah utama. 

“Jadi, itu juga menyebabkan progres realisasi keuangan itu rendah karena ada yang kerja harusnya 100 persen, tetapi hanya dikerjakan 80 persen, ada yang kerja hanya sebesar 70 persen,” jelasnya. (Ahmad)