Saat Layanan Jempol Adminduk Datang Ke Pesisir, Warga Kampung Wumuka Menyambut Lega
MIMIKA, TabukaNews.com — Angin laut berembus pelan di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (20/9/2026).
Di pesisir yang jauh dari hiruk-pikuk pusat Kota Timika itu, puluhan warga dari berbagai usia berkumpul mengular, menanti giliran perekaman data kependudukan.
Bagi masyarakat wilayah pesisir, mengurus selembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau Kartu Keluarga (KK) bukanlah perkara sepele. Kondisi geografis yang terisolasi serta tingginya biaya transportasi laut menuju pusat pemerintahan di kota kerap menjadi tembok tebal. Tak sedikit warga yang terpaksa bertahun-tahun hidup tanpa mengantongi dokumen resmi identitas diri.
Kendala menahun tersebut perlahan terkikis saat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika menerjunkan timnya langsung ke lapangan melalui program Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jempol Adminduk).
Langkah proaktif petugas yang mendatangi perkampungan pesisir ini disambut hangat oleh pemerintah kampung dan masyarakat setempat. Proses pendaftaran, verifikasi, perekaman biometrik, hingga pencetakan dokumen kependudukan diselesaikan secara langsung di tempat.
Sekretaris Kampung Wumuka, Kostan Koari, mengungkapkan rasa leganya atas kehadiran layanan publik tersebut di tengah permukiman warga.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan Dinas Capil yang sudah mendatangkan petugas ke kampung kami. Ini betul-betul memudahkan masyarakat untuk mendapatkan Kartu Keluarga, KTP, hingga Kartu Identitas Anak," ujar Kostan melalui sambungan telepon, Minggu (20/9/2026).
Sebelum program ini menyentuh Wumuka, mayoritas penduduk di pedalaman dan pesisir Mimika dihadapkan pada pilihan sulit: merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa perahu motor ke kota atau merelakan hak administrasi kependudukannya terabaikan.
Padahal, kepemilikan dokumen adminduk menjadi syarat mutlak untuk mengakses bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan negara.
Melihat antusiasme warga yang tinggi, Kostan berharap program pelayanan langsung ke wilayah terpencil ini tidak berhenti sebagai agenda temporer, melainkan dapat berjalan secara berkala dan berkelanjutan.
“Dengan adanya layanan ini, warga kami hari ini bisa memiliki KTP dan Kartu Keluarga tanpa harus menghadapi berbagai kendala perjalanan ke kota," tuturnya.
Kehadiran layanan Jempol Adminduk di Kampung Wumuka menjadi bukti nyata bahwa kesenjangan aksesibilitas di kawasan pesisir Papua dapat dijembatani ketika negara hadir menghampiri warganya.
Editor: Ahmad









