Translate

Redaksi Tabuka News | 16 March 2026

Ria Mandiwa Pimpin Distrik Wania :Langsung Kerja Tanpa Tunda Waktu

Ria Mandiwa Pimpin Distrik Wania :Langsung Kerja Tanpa Tunda Waktu


TIMIKA, TabukaNews.com -  Estafet kepemimpinan di Distrik Wania resmi berganti, Merlyn Temorubun, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Distrik Mimika Baru, secara resmi Merlyn menyerahkan naskah memori jabatan kepada Ria Mandiwa sebagai Kadistrik Wanita yang baru, dalam seremoni serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat di Kantor Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan Distrik, para Lurah, hingga Kepala Kampung, sebagai penanda dimulainya transisi administrasi dan operasional wilayah.

Kepala Distrik Wania, Ria Mandiwa, menegaskan komitmennya untuk langsung bekerja tanpa menunda waktu. Sesuai instruksi pimpinan, ia telah mulai berkantor sejak 12 Maret lalu guna memastikan pelayanan publik tidak terhambat.

"Terhitung tanggal 11 kami dilantik, tanggal 12 kami sudah mulai masuk karena perintah dari pimpinan, memang serah terimanya nanti tetapi sudah harus kami masuk untuk melaksanakan tugas. Jadi per tanggal 12 saya sudah ada di sini, tetapi tadi secara resmi kami baru serah terima," ungkap Ria.

Terkait arah kebijakan kedepan, Ria memilih untuk fokus melanjutkan program kerja yang telah disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan.

"Hal-hal yang terkait dengan pekerjaan karena ini sudah berjalannya waktu, otomatis kan sudah ada program kegiatan yang sudah ditetapkan di awal tahun oleh Ibu Kepala Distrik lama, kalau saya langsung melanjutkan saja. Untuk program-program kegiatan kami melanjutkan apa yang sudah Ibu Kadistrik lama programkan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Merlyn Temorubun memaparkan sejumlah fondasi program yang telah dibangun selama masa jabatannya, seperti program Kawanian, Clean Friday, dan tim Gercep (Gerak Cepat) untuk menangani persoalan warga.

Namun, Merlyn memberikan catatan khusus mengenai pengawasan bantuan rumah bagi Orang Asli Papua (OAP) agar tepat sasaran kepada masyarakat prasejahtera (Desil 1 hingga Desil 3), bukan kepada aparat atau pihak yang memiliki penghasilan besar.

"Untuk rumah-rumah untuk OAP itu betul-betul supaya kita kawal karena hasil evaluasi yang lalu kan ada dua rumah di Mopojoyo yang ternyata sampai sekarang tidak dimasuki, tidak digunakan karena masyarakat situ komplain ternyata orang yang dapat ini kan bukan... Bukan target penerima. Kan kalau target penerima kan orang tidak mampu. Ini kan ada aparatur negara, kemudian ada pedagang yang punya income besar begitu," tegas Merlyn.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data terpadu melalui operator SIKS-NG untuk menyaring penerima manfaat berdasarkan tingkat kesejahteraan. "Jadi pada intinya bahwa kita mengawal saja supaya turun sampai ke masyarakat itu bisa masyarakat itu tidak ada kecemburuan di bawah," imbuhnya.

​Proses Sertijab ini juga mencakup penyerahan aset daerah, administrasi kepegawaian, hingga pelaporan realisasi awal keuangan untuk Musrenbang. Merlyn meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Ria Mandiwa yang merupakan alumni kepamongprajaan, tata kelola pemerintahan di Distrik Wania akan semakin solid.

"Penyerahan yang kita tadi sudah lakukan adalah penyerahan kepegawaian, aset, keuangan, walaupun DPA belum ada tapi realisasi awal yang sudah digunakan untuk Musrenbang apa. Kemudian dengan berkas-berkas seperti memori ini ya, memori Kepala Distrik yang lama, kita sampaikan ke Kepala Distrik yang baru agar menjadi pengetahuan awal dalam Kepala Distrik yang baru untuk melakukan tugas pelayanannya di Distrik Wania," pungkas Merlyn. (Ahmad).