Reses Di Kelurahan Kamoro Jaya, Mariunus Tandiseno Sumbangkan 20 Juta Untuk Pembangunan Jembatan Dan Janjikan Bangun 2 Unit Rumah
Timika,Tabukanews.com
Anggota DPRD Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Mariunus Tandi Seno, menyerahkan sumbangan sebesar Rp. 20 juta yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan. Hal itu dilakukan saat menggelar reses tahap III di Kelurahan Kamoro Jaya, Senin (19/12/2022).
Selain menyerahkan sumbangan berupa uang tunai, Mariunus juga menjanjikan akan membangunkan dua unit rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan, dengan catatan, penerima bantuan rumah harus memiliki tanah yang tidak bermasalah.
Dalam pertemuan itu, Mariunus memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi serta usulan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan warga setempat, Mariunus menegaskan akan mendorong proyek sarana air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, serta pembangunan jembatan semi permanen di RT 2 wilayah setempat.
Untuk pembangunan jembatan di RT2, Mariunus pada kesempatan itu lansung menyerahkan sumbangan sebesar Rp20 juta untuk pembanguan jembatan.
Agustina Tiriyu, warga RT 2 pad kesempatan itu berharap agar dewan mendorong proyek air bersih melalui sumur bor, rumah sehat, dan lapangan pekerjaan bagi warga Amungme Kamoro (Amor) di wilayah itu.
Sementara Seprianto Sakum, meminta Pemkab Mimika mengakomodir pembangunan jembatan untuk menunjang aktivitas warga di RT2.
“Kami harap dewan bisa dorong usulan kami melalui Pokok Pikiran (Pokir) dewan ke Dinas PUPR agar bisa diakomodir di 2023, karena jembatan sangat penting dan dibutuhkan segera,” harap Seprianto.
Disamping itu, Muhamad Arif selaku Ketua RT 3 Kelurahan Kamoro Jaya mengusulkan dibuka tempat khusus penambangan sayur bagi para petani di Kamoro Jaya.
Sebelum menjawab aspirasi warga setempat, Mariunus menjabarkan, dari Pokir dewan untuk tahun anggaran 2022 ia telah merealisasikan pembangunan dan peningkatan jalan di kilo 10, Kampung Kadun Jaya.
“Hari ini (kemarin-Red) saya pilih reses disini karena ada warga Kelurahan Kamoro Jaya yang mengeluh soal pembangunan, “ terangnya.
Menjawab aspirasi warga terkait permintaan lapangan pekerjaan, kata Marianus, dewan telah memperjuangkan hak-hak masyarakat Mimika, khusus tenaga kerja perempuan, pihak perusahaan tidak diperbolehkan mengambil dari luar Papua.
Sementara mengenai rumah sehat, ini pun sudah perjuangkan, hanya saja APBD Mimika yang begitu besar, ini tidak selaras dengan masih tingginya angka kemiskinan, dan tidak sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mimika.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain yang APBD nya kecil, namun masyarakat nikmati, ini yang akan kami perjuangkan, meski Pokir dewan terbatas. Kami ingin Pemkab Mimika harus melihat secara merata, tidak fokus pada distrik tertentu,” pintanya.
Menurut Marianus, terkait rencana warga membangun dua rumah sehat, yang paling utama lahan yang hendak dibangun harus memiliki sertifikat tanah secara jelas dan transparan.
Adapun soal sarana air bersih dari proyek pemerintah yang telah dirindukan masyarakat Mimika sejak lama tak kunjung terealisasi.
“Yang pasti Plt. Bupati sudah prioritaskan di 2023 fasilitas air bersih sudah bisa dinikmati masyarakat. Pertimbangan kalau sumur bor, itu pengoperasiannya butuh biaya listrik,” bebernya.
Beberapa hari lalu saat berkunjung ke Kelurahan Kamoro Jaya, Mariunus mendengar aspirasi seputar rencana pembangunan jembatan secara swadaya, sehingga ia membantu dana awal Rp 20 juta.
Nanti tahun depan saya akan dorong ke Dinas PUPR supaya dibangun jembatan permanen.
Wujud dukungan ini kata Marinus merupakan bentuk pengabdiannya bagi masyarakat Mimika.
“Kita akan usahakan dan memperjuangkannya bersama-sama,“ tuturMariunus yang sudah 20 tahun berkarya di tanah Amungsa.
Selanjutnya menjawab aspirasi soal tempat penimbangan sayuran, nantinya akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Dinas Koperasi dan UKM.
Selain tempat penmbangan sayuran, mengenai permintaan lampu jalan, ini pun akan dijawab dalam waktu dekat.
“Di 2023 ada rencana perjuangkan 60 unit, tetapi baru 5 titik yang akan direalisasikan, dan sisanya menyusul. Seluruh aspirasi bapak-ibu sudah saya tampung. Kalau ada yang bisa direalisasikan kita patut bersyukur, dan kalau tidak, saya akan dorong masuk ke dalam program OPD,” tandasnya. (**)









