Polsek Agimuga Edukasi Pelajar SMP Soal Bahaya Rokok dan Vape

Bhabinkamtibmas Kampung Faka Fuku Polsek Agimuga Brigpol Muh Taufik Permana saat memberikan penyuluhan bahaya rokok dan vape kepada para siswa SMPN Agimuga, Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Rabu (23/9/2026). (Foto: Dok. Polres Mimika).

Polsek Agimuga Edukasi Pelajar Smp Soal Bahaya Rokok Dan Vape

MIMIKA, TabukaNews.com — Maraknya penggunaan rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape) di kalangan remaja mendorong aparat kepolisian di wilayah pesisir Mimika mengambil langkah preventif. 

Personel Bhabinkamtibmas Kampung Faka Fuku Polsek Agimuga, Brigpol Muh Taufik Permana, menggelar penyuluhan bahaya zat adiktif bagi puluhan pelajar di SMP Negeri Agimuga, Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Rabu, 23 September 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut berlangsung secara lintas instansi. Kepolisian menggandeng unsur TNI dan tenaga kesehatan lokal, antara lain Babinsa Koramil Agimuga Kopka Anis dan Koptu Marvelius, serta tim medis dari Puskesmas Agimuga. Para tenaga pengajar SMPN Agimuga turut mendampingi jalannya sosialisasi.

Dalam pemaparannya, Brigpol Taufik membeberkan ancaman serius kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok dan vape terhadap organ pernapasan, terutama bagi remaja yang berada dalam masa pertumbuhan.

"Rokok dan vape mengandung zat adiktif seperti nikotin serta zat berbahaya seperti tar yang dapat merusak fungsi paru-paru. Kebiasaan merokok sejak usia sekolah akan menurunkan stamina, memicu sesak napas saat berolahraga, dan yang paling berbahaya adalah merusak masa depan kalian," tegas Brigpol Taufik di hadapan para siswa.

Selain memaparkan perbedaan risiko antara perokok aktif dan pasif, materi penyuluhan dibekali panduan praktis agar pelajar memiliki keberanian menolak tekanan kawan sebaya (peer pressure). Para siswa didorong mengalihkan dorongan mencoba rokok ke aktivitas produktif seperti olahraga dan kegiatan akademik.

Dari sudut pandang medis, perwakilan tim medis Puskesmas Agimuga, Suster Devi, turut memperkuat materi dengan menjelaskan racun serta efek jangka panjang penggunaan rokok elektrik maupun konvensional pada organ vital manusia.

Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif kolaboratif tersebut. Tomi, perwakilan guru SMPN Agimuga, menilai edukasi langsung dari aparat penegak hukum dan petugas kesehatan merupakan langkah tepat sasaran untuk menekan angka perokok usia dini di lingkungan sekolah.

Sosialisasi yang diselingi dialog interaktif itu berakhir pada pukul 11.20 WIT dan diakhiri dengan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Editor: Ahmad

Iklan