Polres Mimika dan Satgas ODC 2026 Berhasil Evakuasi Satu Korban Penculikan Paksa KKB ke Timika

Tim gabungan Polres Mimika dan Satgas Operasi Damai Cartenz mendampingi membantu korban penyanderaan KKB dari Helikopter Polri P-3002 saat tiba di Mako Brimob Batalyon B Pelopor, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa).

Polres Mimika Dan Satgas Odc 2026 Berhasil Evakuasi Satu Korban Penculikan Paksa Kkb Ke Timika

MIMIKA, TabukaNews.com —  Tim gabungan Polres Mimika bersama Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (17), korban selamat aksi penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (14/9/2026). 

Korban yang diculik bersama 8 orang lainnya di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 lalu berhasil melarikan diri dari tawanan Kelompok Kriminal Bersenjata. Ia sempat dibawa ke Distrik Alama dan mengamankan diri sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter Polri P-3002.

Helikopter yang dipiloti AKBP Asran Koto itu lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 07.26 WIT menuju Distrik Alama. Setelah mengevakuasi korban, helikopter mendarat di Lapangan Hijau Mako Brimob Batalyon B Pelopor Timika pada pukul 09.07 WIT. 

Korban langsung disambut Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bersama Komandan Batalyon B Pelopor Kompol Tahir.

“Puji Tuhan hari ini kita berhasil mengevakuasi salah satu korban penculikan atas nama Demerina Uamang,” kata Kapolres. 

Setibanya di Mako Brimob, Demerina segera dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Mimika di Mile 32 untuk menjalani penanganan medis serta pemeriksaan fisik dan psikologis secara menyeluruh.

Proses penjemputan dari kawasan pedalaman ini mendapat pengawalan ketat aparat keamanan gabungan serta didampingi Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Agustinus Anggaibak dan pihak keluarga korban. 

Sekitar pukul 10.06 WIB, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini bersama tim Itwasum Mabes Polri mendatangi rumah sakit untuk memantau langsung kondisi korban.

Meski satu korban berhasil diselamatkan, sebanyak tujuh anak dilaporkan masih berada dalam cakupan KKB. Enam di antaranya teridentifikasi bernama Alin Mesawarol, Nopi Aim, Meria Nibilingame, Wena Katagame, Ilimin Onawame, dan Miante Nibilingame.

Sebelumnya, satu korban lainnya yang ikut melarikan diri bersama Demerina Uamang—atas nama Yosina Tsenawatme. Namun, Yosina akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah selama 20 hari bertahan tanpa asupan makanan di hutan.  

Aparat keamanan gabungan saat ini menyiagakan personel dan memperketat pengamanan di Distrik Jila serta Distrik Alama guna mengantisipasi pergerakan susulan KKB dan menjamin keselamatan warga sipil.

Editor: Ahmad

Iklan