Translate

Redaksi Tabuka News | 30 January 2026

Polres Mimika Bebaskan Sejumlah Tahanan Yang Diamankan Saat Konflik Kwamki Narama

Polres Mimika Bebaskan Sejumlah Tahanan Yang Diamankan Saat Konflik Kwamki Narama


TIMIKA, TabukaNews.com  - Kepolisian Resor (Polres) Mimika membebaskan sebanyak 21 dari total 30 orang tahanan yang diamankan selama konflik dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, pada Kamis 29 Januari 2026.

Perlu diketahui, 21 orang yang dibebaskan ini sebelumnya diamankan bersama 9 orang lainnya. Dari 30 orang yang ditahan, 29 orang diantaranya berasal dari kubu Dang, sementara 1 orang lainnya dari kubu Newegalen.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026) membenarkan hal tersebut.

Iptu Hempy menjelaskan, pembebasan ini dilakukan mengingat kondisi kesehatan sejumlah tahanan yang memburuk, serta beberapa orang lainnya masih di bawah umur.

“Saat ini masih ada 9 orang tahanan yang proses hukumnya tetap berjalan,” ujar Iptu Hempy. 

Lebih lanjut kata Iptu Hempy bahwa seluruh tahanan yang dibebaskan tersebut merupakan warga yang berdomisili di Timika. 

Dengan dibebaskannya para tahanan, polisi juga memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Distrik Kwamki Narama tetap kondusif.

Masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik lanjutan.

Perlu diketahui, bentrok antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama berlangsung selama kurang lebih tiga bulan lamanya, sejak dimulai pada Oktober 2025 lalu.

Kedua belah pihak yang berkonflik akhirna sepakat untuk berdamai pada 12 Januari 2026 lalu setelah berbagai upaya dan tahapan perdamaian dilakukan. 

Meski begitu, dalam konflik ini terdapat kurang lebih 11 korban jiwa, dimana 5 korban dari kubu Dang dan 5 korban dari kubu Newegalen.

1 korban lainnya tidak diakui oleh kedua belah pihak sehingga proses pembakaran mayat secara adat diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Puncak dan dilakukan langsung di tengah-tengah zona perang kedua belah pihak. (Ahmad)