Polisi Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks dan Tanggung Jawab Moral di Timika  ​

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. (Foto: Ahmad).

Polisi Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks Dan Tanggung Jawab Moral Di Timika ​

MIMIKA, TabukaNews.com — Kepolisian Resor Mimika menyoroti pentingnya edukasi kesehatan reproduksi atau sex education bagi masyarakat, mulai dari usia anak di bawah umur hingga orang dewasa. 

Langkah ini dinilai krusial menyusul berbagai persoalan sosial yang kerap timbul akibat perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab, seperti kasus kehamilan di luar nikah hingga penularan penyakit membiak.

​Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa setiap hubungan seksual memiliki konsekuensi nyata yang harus dipahami oleh individu. 

Menurutnya, pemahaman mendasar mengenai risiko tersebut perlu disebarluaskan secara masif kepada publik agar masyarakat lebih bijak dalam bersikap.

​"Memang saya hanya bisa mengimbau begini ya. Ini perlu betul-betul pemahaman sex education buat anak-anak kita, khususnya bawah umur maupun orang dewasa ya. Bahwasanya hubungan seks itu akan pastinya ada sebuah risiko," ujar Alredo saat dikonfirmasi di Timika.

​Lebih lanjut, Alredo merinci bahwa risiko utama dari hubungan seksual di luar ikatan yang sah melibatkan dua ancaman utama, yakni kehamilan tidak diinginkan pada perempuan serta potensi penularan penyakit berbahaya.

​"Ada dua dalam hubungan seks itu risikonya: kalau tidak perempuan yang hamil, yang kedua kalau tidak penyakit menular, seperti HIV ataupun AIDS, ya. Sehingga ini perlu sekali dipahami seluruh masyarakat, diedukasi seputar masyarakat untuk bisa bagaimana dalam memahami hubungan seksual ini harus benar-benar yang safety, yaitu dengan pernikahan. Nah, seperti itu," paparnya.

​Meski demikian, kepolisian juga mencatat bahwa ikatan pernikahan secara legal tidak serta-merta menjadi jaminan hilangnya potensi tindak pidana atau pengabaian anak, seperti kasus pembuangan bayi yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat. 

Hal ini, kata Alredo, sering kali dipicu oleh ketidaksiapan mental dan psikologis pasangan dalam mengasuh keturunan.

​"Namun memang pernikahan pun tidak juga menurunkan daripada niat orang buang bayi toh. Adakah sudah menikah tapi tidak siap punya anak? Ada yang seperti itu, ya," tambah Alredo.

​Menanggapi kompleksitas masalah sosial tersebut, pihak kepolisian mengimbau agar warga Kota Timika senantiasa menjunjung tinggi tanggung jawab moral atas setiap perbuatan yang dilakukan. Kematangan mental, kedewasaan berpikir, serta kemapanan diri dipandang sebagai prasyarat mutlak sebelum seseorang memutuskan untuk membangun rumah tangga.

​"Jadi saran saya bagi masyarakat di Timika, bertanggung jawablah penuh terhadap apa yang kita perbuat. Kalau kita sudah memang menikah, berarti siap hal-hal apa yang harus kita lakukan. Makanya matangkan dulu pikirannya, dewasa dulu, mapankan diri untuk bisa menghadapi hal-hal dalam berumah tangga," tegasnya.

​Selain itu, Alredo juga memberikan pesan khusus kepada kelompok usia muda atau mereka yang belum cukup umur agar menjauhi perilaku seksual berisiko demi masa depan yang lebih baik.

​"Dan bagi yang belum cukup umur, jangan melakukan hal-hal seperti itu. Karena risikonya ada dua tadi: kalau enggak perempuan hamil, bisa-bisa berpenyakit, begitu ya," pungkasnya.

Editor: Ahmad

Iklan