Polisi Selidiki Penganiayaan Yang Menewaskan Pemuda Di Sp 3 Mimika
MIMIKA, TabukaNews.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana bersama Satreskrim Polres Mimika menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menewaskan PK (23), warga Kelurahan Karya Kencana. Korban tewas akibat luka sabetan benda tajam di bagian belakang kepala dan bahu kiri.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cenderawasih, sebelum Perumahan Pondok Amor Indah, Kelurahan Karang Senang SP 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIT.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menyatakan bahwa kepolisian bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan warga. Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard memimpin langsung personel gabungan dari Unit Reskrim, Intelkam, dan Tim Inafis Polres Mimika untuk mengamankan lokasi serta mengumpulkan bukti awal.
Kejadian berdarah ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga yang sedang menjaga tempat jualan di Perempatan Jayanti. Setelah mendapat kabar melalui sambungan telepon bahwa korban dibacok, pihak keluarga langsung menuju lokasi menggunakan ojek. Bersama warga setempat, korban yang terluka parah dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas.
Seorang saksi di lokasi kejadian, Y, menyebutkan bahwa korban sempat terlihat terjatuh dari sepeda motor di dekat tempat kerjanya. Korban berusaha bangkit dan mengendarai kembali kendaraannya, namun ambruk tak jauh dari titik awal.
“Situasi berubah menjadi panik ketika sejumlah pedagang pinang dan sayur di sekitar lokasi berlarian ke arah SP 3 sembari berteriak memberitahukan adanya aksi pembacokan,” jelas Hempy, saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
"Mendengar teriakan warga, saksi Y menghentikan pekerjaannya dan mengecek ke arah trotoar. Di sanalah ia melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah—pria yang sama yang sempat dilihatnya terjatuh dua kali dari sepeda motor," imbuhnya.
Dari hasil olah TKP, Tim Inafis menyita barang bukti berupa pakaian korban berbercak darah, satu bungkus rokok linting merek Anggur Kupu, serta satu unit sepeda motor Yamaha Shogun 125 warna biru-hitam tanpa pelat nomor yang terparkir dua meter dari posisi korban.
Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSMM Caritas akibat pendarahan parah sebelum jenazahnya dipindahkan ke kamar jenazah.
Hingga saat ini, polisi belum mengidentifikasi pelaku. Penyidik tengah mengumpulkan keterangan saksi tambahan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengejar pelaku.
Editor: Ahmad









