Translate

Redaksi Tabuka News | 30 January 2026

Polisi Selidiki Kasus Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Polisi Selidiki Kasus Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika


TIMIKA, TabukaNews.com  - Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru) kini tengah menindaklanjuti laporan polisi terkait dengan kasus begal sadis di Jalan Bougenville pada Rabu 28 Januari 2026 malam dengan melakukan penyelidikan. 

Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha saat diwawancarai, Jumat (30/1/2026).

 “Kalau perkembangan kasus itu kita masih lidik,” kata Ipda Teguh. 

Adapun peristiwa ini terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.25 WIT, di mana sekelompok pemuda menjadi korban penyerangan brutal di Jalan Bougenville Timika, Mimika, Papua Tengah.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru). 

Menurut Ipda Teguh, berdasarkan keterangan salah seorang saksi berinisial AA alias Ian bahwa saat itu ia bersama sekitar enam orang rekannya sedang bersantai di depan Ruko Tiga Putra sambil minum es teh. 

Tiba-tiba, empat orang pelaku datang menggunakan dua unit sepeda motor dan langsung menghampiri mereka.

Salah satu pelaku turun dari sepeda motor dengan mengenakan jaket hoodie berwarna abu-abu sambil membawa sebilah parang dan langsung mengancam korban sorang korban berinisial Ezra dengan berkata, “Ko ini sudah kah?” lalu dijawab oleh korban dengan kalimat “Sa kenapa kaks?”.

Tak lama kemudian, pelaku lain ikut turun dan menghampiri korban berinisial YR alias Ujang sambil melontarkan pertanyaan bernada ancaman. 

Dua pelaku lainnya kemudian mendekati korban berinisial S dan memukulnya menggunakan tangan kosong di bagian bahu. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, para korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. 

Namun di tengah kekacauan itu, seorang korban lainnya berinisial FMK tiba-tiba berteriak histeris sambil meminta pertolongan karena tangannya putus setelah diserang oleh salah seorang pelaku.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Di saat yang sama, saksi AA bersama dua rekannya berlari ke arah Kantor POM untuk mengambil sepeda motor. 

Saat kembali ke lokasi kejadian, mereka menemukan potongan tangan kiri milik korban FMK yang terletak di pinggir jalan. Potongan tangan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, para pelaku juga berhasil merampas sejumlah barang milik para korban, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan satu unit Honda Vario, serta dua ponsel milik E dan S. 

Setelah mendapatkan barang-barang berharga milik para koban, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah Gorong-gorong.

Ipda Teguh menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa beberapa orang korban sebagai saksi. Sedangkan, satu korban lainnya yang diketahui mengalami putus tangan pasca diserang para pelaku kini belum dapat dimintai keterangan karena sedang dalam perawatan medis. 

Namun, menurut Ipda Teguh bahwa dari hasil pemeriksaan itu juga, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. 

"Untuk pelakunya sendiri sudah teridentifikasi, kita sudah tahu, cuma dia masih sembunyi sekarang, tinggal kita angkut (tangkap) saja," kata Teguh. 

Ditanya mengenai motif penyerangan terhadap para korban, kata Ipda Teguh pihaknya belum dapat menyimpulkan dikarenakan belum ada keterangan dari korban yang sedang dirawat di rumah sakit. 

Katanya, para saksi yang sebelumnya diperiksa juga mengaku tidak mengenali para pelaku sehingga penyelidikan diperdalam. 

"Korban tangan putus ini kita belum mintai keterangan. Untuk jumlah korban masing-masing ada empat orang," ujarnya.(Ahmad)