Polisi Buka Ruang Belajar Alternatif Di Tembagapura, Bantu 28 Anak Dapatkan Pendidikan Dasar
MIMIKA, TabukaNews.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Tembagapura menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Melalui program ini, sebanyak 28 anak mendapatkan akses pendidikan dasar di tengah keterbatasan fasilitas sekolah dan kondisi keamanan wilayah.
Kegiatan yang dinamakan Honai Belajar ini berlangsung setiap hari pukul 09.00 hingga 12.00 WIT. Dua personel kepolisian, yaitu Ps. Kanit Binmas Aipda Lebu’ Tadan dan anggota Unit Provost Polsek Tembagapura, Bripda Calvin Msen, turun langsung memandu proses belajar.
Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, mengatakan puluhan anak yang hadir berasal dari sejumlah perkampungan sekitar, meliputi Kampung Banti 1, Kampung Waa Banti 2, Kampung Opitawak, serta kawasan permukiman Utikini dan Kimbeli.
Suasana Belajar Interaktif dan Nasionalisme
Proses pembelajaran dirancang agar mudah dipahami oleh anak-anak dari berbagai latar belakang usia. Sebelum materi inti dimulai, para siswa diajak membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
“Suasana belajar dirancang santai namun edukatif. Sebelum materi pelajaran dimulai, anak-anak diajak membiasakan pola hidup bersih dan sehat melalui edukasi kebersihan diri, seperti cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar,” jelas Iptu Firman dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Selain menjaga kebersihan, kegiatan harian dibuka dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme agar anak-anak mengenal identitas negaranya sejak dini.
“Inti kegiatan dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke, dan Garuda Pancasila, serta melafalkan sila-sila Pancasila. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak usia dini,” tambahnya.
Setelah sesi pembuka, Aipda Lebu’ Tadan dan Bripda Calvin Msen memberikan materi pelajaran utama dengan metode yang menarik.
Anak-anak mempelajari pendidikan agama lewat video edukasi, berlatih matematika dasar, belajar membaca melalui tayangan visual, serta mengenal bendera berbagai negara di dunia lewat permainan tebak gambar.
Solusi di Tengah Keterbatasan Sekolah Formal
Inisiatif kepolisian ini hadir sebagai respons atas belum berjalannya kegiatan belajar mengajar secara optimal di sekolah-sekolah formal yang berada di Kampung Waa Banti.
Keterbatasan fasilitas serta akses membuat hak belajar anak-anak di wilayah tersebut sempat terganggu.
Melalui program Honai Belajar, Polsek Tembagapura berharap anak-anak setempat tetap memiliki kesempatan untuk menguasai kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.
Ke depan, pihak kepolisian juga mengajak berbagai elemen masyarakat—mulai dari instansi pemerintah, lembaga non-pemerintah, hingga para orang tua di sekitar Kali Kabur dan perkampungan Waa Banti—untuk bergotong royong memperluas akses pendidikan bagi generasi muda setempat.
Editor: Ahmad









