Translate

Redaksi Tabuka News | 19 June 2023

Pj. Bupati Mappi Temui Orang Tua dan Mahasiswa Penerima Beasiswa Luar Negeri

Pj. Bupati Mappi Temui Orang Tua dan Mahasiswa Penerima Beasiswa Luar Negeri

Mappi, Tabukanews.com - Mantapkan seluruh proses persiapan baik kesehatan dan administrasi sepuluh (10) Calon Mahasiswa Baru anak asli Papua asal kabupaten mappi yang lolos seleksi beasiswa Luar Negeri di Institute Of The Pasific United New Zealand. Penjabat Bupati Mappi adakan pertemuan perdana bersama calon mahasiswa baru dan orang tua wali untuk mendengar langsung seluruh persiapan, keluhan dan harapan. 

Pertemuan Penjabat Bupati Mappi bersama calon mahasiswa baru dan orang tua wali tersebut diadakan di pendopo pada tanggal 19 Juni 2023, dan pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat sebagai penanggung jawab. Calon mahasiswa baru yang lolos seleksi yakni Jeini W. J Tiginimu, Godeliva A. Yowot, Junita A. C Kurumop, Norce Rumaseuw, Paulina O. M Chausumohoi, Labertus Way, Irenia D.S Peragi, Meilania Dumgair, Kristian V. Gobay dan Febriana Tikwinem.

Penjabat Bupati Mappi sampaikan, terima kasih kepada Kabag Kesra bersama seluruh staf jajaran yang telah mempersiapkan seluruh kesiapan kesehatan dan administrasi untuk calon mahasiswa baru yang akan mengikuti kuliah diluar negeri. Terima kasih juga kepada orang tua wali dari para calon mahasiswa baru yang telah bersedia dan memberikan tanggung jawab penuh kepada pemerintah daerah untuk kuliahkan anak-anak di luar negeri di Institute Of The Pasific United New Zealand.

"Terima kasih juga kepada jajaran DPRD dan selalu organisasi perangkat paerah lebih khusus bagian kesejahteraan masyarakat yang telah mendukung dan mempersiapkan seluruh tahapan sehingga para siswa yang mengikuti tes bisa lolos dengan hasil yang luar biasa. Patutnya kita bersyukur karena semua yang terjadi ini adalah kehendak Tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang bisa menentukan seluruh tahapan dan proses," ucap Penjabat Bupati, belum lama ini.

Pemerintah daerah memohon maaf, ungkap Penjabat Bupati, dikarenakan keterlambatan penyaluran dana otonomi khusus, memang proses persiapan calon mahasiswa baru sudah harus dilakukan dari bulan April dan Mei, tetapi karena terkendala sehingga baru dipersiapkan dibulan ini. Calon mahasiswa baru yang kuliah diluar negeri dibiayai oleh pemerintah daerah melalui dana otonomi khusus tahun anggaran 2023.

Lanjutnya, setelah bekerja sama dengan Institute Of The Pasific United New Zealand dan melalui seluruh tahapan-tahapan seleksi yang dilakukan secara konsisten, hingga bisa memperoleh hasil yang baik sesuai dengan kemampuan siswa tersebut, maka 10 calon mahasiswa baru bisa lolos seleksi beasiswa. Tahapan seleksi benar-benar dilakukan sesuai dengan kemampuan dari siswa tersebut, dan tim seleksi tidak melihat dari latar belakang siswa tersebut," entah itu mau anak pejabat atau anak masyarakat biasa semua sama," nilai yang diperoleh adalah hasil dari kemampuan siswa itu sendiri.

"Dengan pertemuan ini pemerintah daerah ingin mendengarkan langsung hal-hal apa yang mau disampaikan kepada kami pemerintah daerah dan anak-anak kami, kemudian kesempatan ini juga anak-anak kami yang nanti kuliah diluar negeri, hal-hal apa yang ingin kalian sampaikan kepada pemerintah daerah. Supaya dengan semua hal-hal yang disampaikan bisa menjadi bekal bagi anak-anak kami dan bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah," ujarnya.

Selain itu, Penjabat Bupati berharap, agar calon mahasiswa baru bisa tetap menjaga kesehatan dengan baik, kurang lima (5) bulan calon mahasiswa baru akan mengikuti pelatihan-pelatihan khusus yang berkaitan dengan perkuliahan dan budaya masyarakat disana. Pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mendukung siswa tersebut yang ingin kuliah diluar negeri, dan akan dilakukan seleksi secara bertahap untuk kedepannya.

Diketahui, calon mahasiswa baru yang lolos seleksi beasiswa atas nama Irenia D.S Peragi, batal mengikuti kuliah diluar negeri di Institute Of The Pasific United New Zealand, dikarenakan calon mahasiswa baru tersebut tidak bersedia. Mendengar hal itu dalam waktu dekat pihak pemerintah daerah akan bertemu dengan calon mahasiswa baru tersebut untuk mendengarkan langsung permasalahan dari siswa tersebut. 

Dari pantauan media ini, orang tua dan calon mahasiswa baru sangat merespon baik kebijakan pemerintah daerah yang telah mendukung anak-anak asli mappi kuliah diluar negeri, dikarenakan ini kebijakan yang pertama kali anak-anak mappi bisa kuliah diluar negeri. Dan banyak calon mahasiswa baru yang punya cita-cita besar salah satu ingin menjadi pilot. (Red)