Perkuat Germas, Pemkab Mimika Siapkan SK

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, didampingi Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyao foto bersama peserta. (Foto: Desy).

Perkuat Germas, Pemkab Mimika Siapkan Sk

MIMIKA, TabukaNews,com — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan menyiapkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pelaksanaan Germas. Kebijakan tersebut disiapkan untuk memperjelas peran lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Pembahasan draf SK Bupati itu berlangsung dalam rapat koordinasi penguatan Germas di hotel Grand Tembaga Mimika, Rabu (7/10/2026) yang dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, didampingi Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyao.

Dalam sambutannya, Fransiskus Bokeyau mengatakan persoalan kesehatan di Mimika tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

“Jangan sampai Germas hanya menjadi kebijakan di atas kertas, melainkan harus benar-benar diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan nyata,” kata Fransiskus.

Menurutnya, Mimika masih menghadapi sejumlah persoalan kesehatan, mulai dari penyakit menular dan tidak menular, masalah gizi dan stunting, kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi yang belum sehat hingga berbagai perilaku berisiko.

Masyarakat yang sehat merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, Germas harus diarahkan untuk membangun kesadaran dan membudayakan perilaku hidup sehat secara konsisten.

“Komitmen bersama adalah kunci keberhasilan. Mari kita bangun sinergi dan koordinasi yang erat agar upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Mimika, Nely Pangaribuan, dalam laporan panitia mengatakan Germas merupakan gerakan nasional yang menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai bagian penting pembangunan kesehatan.

Ia menyebut persoalan yang masih menjadi tantangan di Mimika antara lain malaria, tuberkulosis, stunting, penyakit tidak menular, masalah kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi yang belum sehat serta perilaku berisiko.

Menurut Nely, penguatan Germas membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media dan masyarakat.

Ia mengatakan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas telah mengamanatkan sejumlah langkah, antara lain peningkatan aktivitas fisik dan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, pencegahan serta deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan dan edukasi hidup sehat.

“Rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk membahas draf awal SK Bupati tentang GERMAS, menyepakati pembagian peran lintas sektor, dan merumuskan tindak lanjut penyempurnaan draf,” ujar Nely.

Ia berharap SK tersebut nantinya menjadi pijakan yang lebih jelas bagi setiap sektor dalam menjalankan program Germas, termasuk mekanisme koordinasi dan pembagian tanggung jawab.

Pembiayaan kegiatan rapat koordinasi itu bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026.

"Kami harap pembahasan draf SK menghasilkan rumusan yang terukur dan dapat diterapkan, sehingga Germas tidak berhenti sebagai dokumen kebijakan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat Mimika," Pungkasnya.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan