Perahu Ketinting Terbalik Dihantam Ombak Di Asmat, 7 Orang Hilang
ASMAT, TabukaNews.com — Sebuah perahu bermesin ketinting yang membawa delapan orang penumpang terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di Muara Betsbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (6/9/2026).
Insiden maritim tersebut bermula saat armada perahu ketinting tersebut bertolak dari kawasan Kali Wen pada Sabtu sore (5/9/2026).
Pelayaran tersebut diadakan merapat di Distrik Kamur pada Minggu pagi. Namun, sekitar pukul 06.30 WIT, perahu naas itu terjang ombak besar di wilayah Muara Betsbamu hingga hilang kendali dan karam.
Satu orang penumpang bernama Ebestina Kuwaito (34) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah ditemukan oleh nelayan lokal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Korban langsung selamat dilarikan ke Puskesmas Yow untuk menerima penanganan medis.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika I Wayan Suyatna mengonfirmasi bahwa tujuh penumpang lainnya—termasuk tiga anak balita—hingga kini masih dinyatakan hilang di perairan tersebut.
“Satu orang atas nama Ebestina Kuwaito (34) berhasil selamat setelah ditemukan oleh nelayan setempat dan dibawa ke Puskesmas Yow sementara tujuh orang lainya yakni Anton Yod (35), Lina Kamur, Sabas Kamus, Beni Kuwaito, Bela Yod (4), Gilang Yod (6 bulan) dan Tekla Yod (2 tahun) hingga kini belum diketahui nasib dan keberadaannya,” jelas I Wayan Suyatna dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).
Merespons laporan kecelakaan tersebut, Koordinator Pos SAR Asmat Wagianto menerjunkan tim gabungan SAR yang terdiri atas unsur Penyelamat Pos SAR Asmat, TNI Angkatan Laut, serta Polairud Asmat. Tim menerjang lokasi kejadian menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 85 PK milik Basarnas.
Hingga Minggu siang, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar masih terus dilakukan di sepanjang perairan Muara Betsbamu dengan melibatkan dukungan penyisiran dari keluarga korban serta nelayan setempat.
Editor: Ahmad









