Translate

Redaksi Tabuka News | 31 March 2026

Penipuan Percepatan Haji Marak, Kemenhaj Kabupaten Mimika Imbau Jemaah Berhati-hati

Penipuan Percepatan Haji Marak, Kemenhaj Kabupaten Mimika Imbau Jemaah Berhati-hati


TIMIKA, TabukaNews.com  – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Mimika mengeluarkan peringatan keras menyusul serangkaian upaya penipuan yang menyasar calon jemaah haji. 

Modus yang digunakan pelaku meliputi janji percepatan keberangkatan dan pembaruan data administratif ilegal yang berujung pada kerugian finansial.

Plt. Kepala Kantor Kemenhaj Mimika, Abdul Sakir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima empat laporan resmi terkait aktivitas mencurigakan tersebut. 

Dalam satu kasus yang terkonfirmasi, seorang jemaah kehilangan dana lebih dari Rp7 juta setelah data perbankannya dieksploitasi oleh pelaku yang menyamar sebagai petugas resmi.

Laporan otoritas menunjukkan bahwa pelaku umumnya menghubungi korban melalui telepon atau pesan singkat. Korban kemudian dimanipulasi untuk menginstal aplikasi ilegal atau memberikan informasi sensitif seperti NIK dan akses perbankan.

“Pelaku biasanya mengiming-imingi percepatan atau pendahuluan keberangkatan, serta meminta jamaah untuk menginstal aplikasi yang tidak resmi," ujar Abdul Sakir, Senin 30 Maret 2026. 

Insiden pembobolan rekening tersebut terjadi setelah korban menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh prosedur administratif resmi hanya dilakukan melalui saluran terverifikasi atau kunjungan langsung ke kantor pelayanan.

Guna mencegah jatuhnya korban penipuan lebih lanjut, Kemenhaj Kabupaten Mimika menetapkan protokol keamanan ketat yang mewajibkan calon jemaah untuk hanya melakukan verifikasi komunikasi melalui nomor WhatsApp resmi di 082199068048. 

Jemaah dilarang keras memberikan data sensitif seperti NIK dan identitas diri kepada nomor tidak dikenal, serta diimbau untuk menghindari tautan mencurigakan maupun aplikasi di luar toko resmi (official store). 

Selain itu, Kemenhaj Kabupaten Mimika menekankan agar jemaah tetap waspada dan tidak tergiur oleh tawaran pelunasan di luar sistem maupun janji percepatan keberangkatan yang tidak sesuai dengan prosedur resmi.

“Segera laporkan indikasi mencurigakan kepada pihak berwenang. Selalu lakukan verifikasi melalui media sosial resmi atau kunjungan kantor sebelum mengambil tindakan finansial,” imbau Abdul Sakir.

Sakir menegaskan bahwa imbauan ini merupakan peringatan serius bagi seluruh jemaah di wilayah Mimika untuk tetap waspada terhadap segala bentuk komunikasi non-resmi yang mengatasnamakan instansi pemerintah.(Ahmad)