Translate

Redaksi Tabuka News | 20 June 2023

Pengambilan Alih Secara Paksa Kursi oleh Gubernur Papua Tengah Bisa Menciptakan Konflik, Wenda: Stop Korbankan Rakyat Mimika

Pengambilan Alih Secara Paksa Kursi oleh Gubernur Papua Tengah Bisa Menciptakan Konflik, Wenda:  Stop Korbankan Rakyat Mimika

Timika, Tabukanews.com - Ketua KNPI, Pertius Wenda, meminta PJ Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, untuk menahan diri dalam tindakan yang dinilai sebagai pengambilan alih secara paksa kekuasaan di roda pemerintahan di Mimika. Yaitu berkaitan dengan undangan pelantikan Pj Bupati Mimika, menggantikan Plt Bupati Johannes Rettob.

Pertius meminta dengan tegas agar Gubernur Haluk menunggu putusan majelis hakim.

"Hari ini sidang replik jaksa menanggapi eksepsi penasehat hukum, lalu disusul minggu depan putusan sela. Harap ibu PJ gubernur bersabar, tidak ada yang urgen supaya pemerintahan di Mimika segera diganti," ujarnya kepada media, Selasa (20/6).

Apabila terus memaksakan pergantian posisi Bupati Mimika, maka Pj Gubernur Papua Ribka Haluk dinilainya telah ikut serta dalam konspirasi mengguling paksa Johannes Rettob dari jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mimika.

Seharusnya tugas Pj Gubernur adalah mengurus administrasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang masih baru mulai tersusun sebagai daerah otonom baru.

Lebih lanjut, Pertius Wenda mengungkapkan, jika Pj Gubernur Papua Tengah menabrak aturan dengan tetap melantik PJ Bupati Mimika maka akan menciptakan konflik baru di Kabupaten Mimika. 

"Timika itu beda loh. Jangan sampai kebijakan yang salah justru menimbulkan konflik. Selama ini situasi Mimika sudah aman, masyarakat tahu dari live streaming kalau majelis hakim perintahkan Plt Bupati Mimika tetap laksanakan tugas. Ini perintah dari hakim, semua pihak harus hormati," tandasnya.