Translate
Redaksi Tabuka News | 03 February 2026Penanganan Stunting di Mimika Tunjukkan Tren Positif di Tahun 2025
TIMIKA, TabukaNews.com - Upaya penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di tahun 2025 menunjukkan adanya tren positif.
Dari hasil evaluasi, Dinas Kesehatan mencatat pada tahun 2025 jumlah kasus stunting di Kabupaten Mimika berada di angka antara 1.100 hingga 1.200. Angka ini diketahui turun dari tahun 2024 yang mana mencapai 1.500 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan, Reynold J. Ubra, mengatakan prevalensi stunting di Mimika sendiri di tahun 2025 mencapai 9 hingga 11 persen dan jauh dari angka nasional, yakni 14 persen.
Menurut Reynold, stunting bukan semata-mata karena kekurangan gizi melainkan ada faktor lain yang saling berhubungan yaitu penyakit infeksi.
Di Mimika, penanganan stunting terbagi menjadi dua bagian yaitu isu spesifik dan isu sensitif. Ia menegaskan, bahwa intervensi yang paling dibutuhkan saat ini yaitu isu sensitif, seperti air bersih dan rumah layak huni.
Sementara dari isu spesifik pemerintah melalui dinas kesehatan melakukan pengendalian penyakit rentan pada ibu hamil maupun pada anak, bayi, dan balita termasuk pemberian obat cacing.
Untuk remaja putri, melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah, serta pemberian tablet Fe (zat besi).
Menurut Reynold, pengendalian stunting saat ini dapat didukung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara dari dinas sendiri, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, seperti lingkar lengan ibu hamil, status anemia, serta keputihan tinggi dan berat badan.
"Jadi ini tidak bisa jalan masing-masing. MBG bagi saya itu bagus. Kekebalan tubuh anak sekolah itu hanya bisa ditingkatkan jika nilai asupan gizinya cukup,” kata Reynold, saat ditemui, Senin 2 Februari 2026.
“Nah, sekarang yang menjadi persoalan asupan gizinya cukup apa tidak? Jadi kembali lagi ke dalam rumah," imbuhnya.
Lebih lanjut, untuk penanganan stunting di tahun ini Dinas Kesehatan akan melibatkan lebih dari seribu kader posyandu yang tersebar di wilayah Mimika hingga kampung.
Mereka juga akan bersinergi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika untuk penanganan secara terpadu.
Reynold pun berharap, dengan tema pembangunan Kabupaten Mimika dari kampung ke kota, serta keterlibatan langsung Bupati dan Wakil Bupati sebagai ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting, upaya penanganan stunting di Mimika dapat berjalan lebih optimal. (Ahmad)