Translate

Redaksi Tabuka News | 25 January 2026

Pasca Konflik, Situasi Kwamki Narama Kembali Kondusif

Pasca Konflik, Situasi Kwamki Narama Kembali Kondusif


TIMIKA, TabukaNews.com - Situasi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama kini telah kembali kondusif pasca konflik berkepanjangan yang memakan waktu kurang lebih tiga bulan sejak prosesi perdamaian yang ditandai dengan ritual panah babi dan patah panah pada Senin 12 Januari 2026 lalu.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan, bahwa saat ini aktivitas masyarakat sudah kembali normal, begitu juga dengan aktivitas seperti layanan pemerintahan Distrik, Kesehatan dan Pendidikan.

"Terkait situasi di Kwamki Narama sampai saat ini aman dan kondusif. Tidak ada lagi masyarakat yang memegang alat tajam seperti panah, parang dan tombak dan lain-lain. Untuk (aktivitas,red) sekolah-sekolah sudah berjalan, puskesmas, dan distrik juga sudah berjalan dengan baik sampai sekarang," kata Iptu Yusak, saat ditemui, Minggu (25/1/2026).

Perang yang diakibatkan oleh kasus perselingkuhan itu pertama kali pecah pada Selasa 14 Oktober 2025. Perang ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia serta puluhan orang lainnya mengalami luka akibat terkena panah.

Meski saat ini sudah dilakukan ritual panah babi dan patah panah, namun kata Iptu Yusak masih ada tiga ritual adat yang harus diselesaikan oleh kedua belah pihak, yaitu bakar batu, cuci darah dan cuci tangan.

Iptu Yusak menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, terutama Pemerintah Daerah (Pemda) dari Kabupaten Puncak dan Kabupaten Mimika untuk membantu prosesi pelaksanaan tiga ritual tersebut.

"Tahapan ini kami sudah konfirmasi dengan bapak Kapolres bahwa dua minggu lalu bapak Kapolres sudah sampaikan ke Pemda untuk tiga tahap ini, namun kami masih menunggu jawaban dari pemerintah," ujar Iptu Yusak.

"Kami sudah koordinasi dengan kedua kubu untuk ketiga tahapan ini secepatnya bisa dilakukan, agar masyarakat yang dari luar bisa kembali lagi ke tempatnya masing-masing," tambahnya.

Iptu Yusak berharap pemerintah dari dua kabupaten ini dapat segera memberikan jawaban mengenai tiga tahapan terakhir yang harus dilakukan oleh kedua kubu ini.

"Saat ini kita menunggu tahapan koordinasi dengan pemerintah," imbuhnya.

Kemudian, untuk pelaksanaan tiga tahapan ini, Iptu Yusak juga menyebutkan bahwa kedua kubu meminta agar pelaksanaan bakar batu nanti dilaksanakan dengan 50 ekor babi.(Ahmad).