Panggung Budaya Siap Guncang TIFA 2026

Panggung Budaya Siap Guncang Tifa 2026

MIMIKA, TabukaNews.com  - Perhelatan akbar Timika Inside Festival of Art (TIFA) bersiap kembali menghentak Kabupaten Mimika. Event tahunan yang diinisiasi oleh TIFA Creative ini dipastikan akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Juli 2026 mendatang. 

Sebagai satu-satunya event unggulan di Provinsi Papua Tengah yang konsisten menghidupkan urat nadi kreativitas, TIFA 2026 kali ini mengusung berbagai terobosan baru yang siap mempertemukan para penggiat seni dari seluruh Nusantara.

Kepastian tanggal pelaksanaan ini bukan tanpa alasan. Ketua Umum TIFA Creative, Dina Merani, mengungkapkan bahwa festival ini telah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) di bawah naungan Kementerian Pariwisata RI. 

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2019 hingga 2025, program TIFA terus berjalan konsisten tanpa jeda, kecuali saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 dan 2021.

"Puji Tuhan, konsistensi kami dilirik oleh Kementerian Pariwisata sejak tahun 2022. Bahkan pada tahun 2024 dan 2025, TIFA berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu dari 110 event terbaik di Indonesia," ujar Dina dalam konferensi pers yang digelar di Timika, Selasa malam (26/5/2026). 

Lebih dari sekadar festival, TIFA kini telah mengukuhkan posisinya di ranah hukum. Pada tahun 2025, Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan TIFA sebagai event kawasan berbasis kekayaan intelektual komunal. 

Di seluruh tanah Papua, hanya ada dua event yang berhasil meraih predikat ini, yaitu TIFA di Papua Tengah dan Baku Timba Festival di Kota Jayapura.

*Terobosan Baru: Kompetisi dan Apresiasi Multidimensi*

Setiap tahunnya, TIFA selalu menghadirkan inovasi agar tetap relevan dan menarik bagi masyarakat. Jika pada tahun-tahun sebelumnya panggung seni hanya menjadi ruang apresiasi dan penampilan bagi komunitas Nusantara, maka pada TIFA 2026 format tersebut diubah menjadi sebuah kompetisi besar melalui rubrik Panggung Budaya.

Dua mata lomba yang menjadi sorotan utama (highlight) tahun ini adalah Lomba Yosim Pancar (Yospan) dan Lomba Tari Nusantara. 

Antusiasme peserta pun melonjak tajam. Hanya dalam waktu satu minggu sejak poster pendaftaran disebarkan, puluhan grup dari berbagai daerah langsung mendaftarkan diri.

"Saat ini sudah ada sekitar 30-an grup yang lolos kurasi dari total 36 pendaftar. Pesertanya tidak hanya dari Timika atau tanah Papua saja, melainkan dari seluruh Indonesia, termasuk keterlibatan aktif dari sanggar seni, sekolah, komunitas, hingga kelompok gereja," jelas Dina Merani.

Ketentuan perlombaan pun dibuat sangat spesifik untuk menjaga mutu budaya. Untuk Lomba Tari Nusantara, panitia telah menentukan delapan jenis tarian daerah yang boleh dibawakan, termasuk di antaranya tari Seudati Aceh, tari Silek, tari Saipan, tari burung Kalimantan, Ondel-Ondel, tari Kipas, serta tarian lokal Papua seperti tari Yerik, tari Seka Kamoro, dan Wisisi.

Selain itu, TIFA 2026 mencetak sejarah baru di tanah Papua dengan memberikan penghargaan tidak hanya kepada juara umum, tetapi juga apresiasi khusus bagi elemen pendukung pertunjukan. 

Kategori penghargaan tersebut meliputi Penata Tari Terbaik, Penari Terbaik, Musik Terbaik, Kostum Terbaik, Properti Terbaik, Make-Up Terbaik, hingga Media Promosi Terbaik.

"Ini pertama kalinya terjadi di tanah Papua. Biasanya lomba hanya mencari juara 1, 2, dan 3. Di TIFA, kami ingin semua pekerja kreatif di belakang layar, mulai dari penata rias hingga pemusik, turut dihargai secara profesional," tambah Pendiri TIFA Creative, Alfo Smith.

Total hadiah yang diperebutkan dalam kompetisi ini mencapai 50 juta rupiah. Alfo menegaskan bahwa seluruh hadiah tersebut bersumber dari dana mandiri internal TIFA Creative, tanpa adanya sokongan dana dari pemerintah daerah setempat.

*Perputaran Ekonomi dan Kolaborasi Kementerian*

Selain menjadi pesta budaya, TIFA terbukti menjadi katalisator positif bagi sektor ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mimika. Berdasarkan data dari perhelatan tahun 2025, dari total 42 stan yang berpartisipasi, perputaran uang yang dihasilkan mencapai 1,750 miliar rupiah. 

Jika diakumulasikan secara keseluruhan dengan kedatangan tamu-tamu dari luar daerah dan pejabat negara, dampak ekonomi event tersebut menyentuh angka 3,750 miliar rupiah.

Pada TIFA 2026, target tersebut diharapkan dapat terlampaui. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 55 pelaku usaha yang mendaftar untuk mengisi Bazar dan Pameran Budaya, di mana pendaftaran masih dibuka hingga 1 Juni 2026. 

Menariknya, stan pameran tahun ini didominasi oleh UMKM lokal Mimika, namun juga diikuti oleh peserta luar Papua yang ingin menyajikan kuliner tradisi bersertifikasi, kerajinan ukiran, hingga demonstrasi memasak pangan lokal secara langsung (live cooking).

Bahkan, Kementerian UMKM RI saat ini tengah melakukan negosiasi intensif untuk dapat bergabung dan membawa binaan mereka ke festival ini. TIFA Creative juga terus berupaya memaksimalkan kehadiran jajaran menteri dan staf khusus pada puncak acara nanti.

Rangkaian acara sendiri akan diawali dengan kegiatan pra-event (pra-event) berupa masa karantina pada tanggal 25 hingga 28 Juni 2026, yang berkolaborasi dengan Lotus Studio. 

Agenda pra-event ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yofi Widianto.

*Agenda Padat dan Mimpi Besar Galeri TIFA*

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan dengan berbagai agenda kebudayaan yang dinamis. 

Di hari pertama akan dimeriahkan oleh Karnaval Mimpi yang tahun ini dikemas berbeda lewat konsep "Yospan Berjalan", di mana para peserta akan mengitari kota sambil memainkan alat musik secara langsung. 

Pada hari yang sama, kompetisi Fashion Show juga akan dimulai dengan kategori seperti Papua Culture Week, Family Fashion Show, dan Papua Plus Size.

Hari kedua dan ketiga berlanjut dengan pelaksanaan Bazar dan Pameran Budaya, kompetisi Panggung Budaya, dan tradisi Talingkar Cinta (lomba anyam rambut).

Para pemenang atau yang terpilih sebagai Duta TIFA 2026 nantinya akan dikontrak selama satu tahun penuh untuk mengikuti seluruh kegiatan nasional TIFA. Bahkan, pihak manajemen merencanakan untuk memberangkatkan Duta TIFA 2025 dan 2026 guna terlibat dalam produksi film layar lebar.

Sebagai visi jangka panjang, TIFA Creative tidak hanya ingin berhenti pada ruang festival berkala. Mereka kini tengah mempersiapkan cetak biru pembangunan Galeri TIFA, sebuah wadah pertunjukan seni indoor representatif berskala nasional di Kabupaten Mimika yang nantinya akan dilengkapi dengan studio pertunjukan dan pusat informasi rekam jejak budaya.

Meskipun fisiknya belum akan dibangun pada tahun ini, momentum sakral berupa Peletakan Batu Pertama Galeri TIFA dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 3 atau 4 Juli 2026. 

Momentum ini direncanakan akan dihadiri dan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia serta Utusan Presiden Bidang Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Ketua Panitia TIFA 2026, Indri, menyampaikan bahwa hingga saat ini kesiapan teknis di lapangan telah berjalan dengan matang dan berada di jalur yang tepat.

"Sejauh ini proses persiapan sudah mencapai 70 persen. Semuanya berjalan lumayan bagus dan oke. Untuk lokasi utama perhelatan, saat ini statusnya masih tentatif antara Mile 32 atau opsi lain, yang pasti lokasinya akan tetap berada di dalam pusat kota Timika agar mudah dijangkau masyarakat," pungkas Indri optimis. (Ahmad)

Iklan