Pangdam Cenderawasih dan Gubernur Papua Tinjau Cetak Sawah Senggi, Dorong Pertanian Modern

Pangdam XVII/Walikota Cenderawasih Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, bersama Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, meninjau lokasi cetak sawah di Kampung Woselay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (7/9/2026). (Foto: Istimewa).

Pangdam Cenderawasih Dan Gubernur Papua Tinjau Cetak Sawah Senggi, Dorong Pertanian Modern

MIMIKA, TabukaNews.com — Langkah transformasi sektor pertanian di wilayah timur Indonesia terus dipercepat. Panglima Kodam XVII/Walikota Cenderawasih Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang mendampingi Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri meninjau proyek cetak sawah di Kampung Woselay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (7/9/2026).

Peninjauan ini terfokus pada perluasan area tanam berbasis teknologi guna memperkuat kedaulatan pangan regional sekaligus memodernisasi pola yang sesuai dengan tanam petani lokal.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menjelaskan, jajaran Pimpinan TNI dan Pemerintah Daerah meninjau hamparan lahan di Jalur 1 dan SP 2 Kampung Woselay. Kedua pejabat tersebut menguji langsung penggunaan alat Tanam Benih Langsung (Tabela) di area persawahan.

“Pangdam XVII/Cenderawasih terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan. Pengembangan lahan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Pemerintah menargetkan kawasan persawahan seluas 50 hektar di Senggi menjadi percontohan sistem pertanian maju. Lahan tersebut didesain menerapkan sistem pengelolaan pertanian modern (Precision Modern Agriculture System/PMAS) yang didukung pemanfaatan pesawat nirawak (drone) untuk pemupukan dan pemantauan vegetasi.

Penerapan mekanisasi dan teknologi presisi ini diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas panen secara signifikan, dari rata-rata 4 hingga 5 ton menjadi 10 ton gabah per hektare.

Dalam peninjauan tersebut, pimpinan adat setempat melalui Ondo Senggi Dance Demotou menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, bibit unggul, sarana panen, perbaikan jaringan irigasi, hingga jaminan perlindungan terhadap hak ulayat dan lingkungan.

Menyanggapi hal itu, memastikan pemerintah program percepatan sawah tidak akan menggerus hak kepemilikan tanah adat. Lahan tetap berstatus milik suku dan marga setempat, sementara pemerintah menyokong sarana produksi serta pendampingan teknis.

“Pangdam melihat pengembangan pertanian di Senggi tidak hanya dari sisi pembukaan lahan, tetapi juga bagaimana dapat mengelola masyarakat secara produktif hingga menghasilkan nilai ekonomi. Oleh karena itu, dukungan terhadap sarana produksi, irigasi, transportasi, teknologi, dan pemasaran menjadi bagian penting,” kata Kapendam.

Guna menjamin kepastian harga, hasil panen padi dan jagung dari kawasan Senggi akan diserap langsung oleh Perum Bulog dan pemerintah daerah. Langkah hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani OPA (Orang Papua Asli) sekaligus menekan laju inflasi bahan pangan di Provinsi Papua.

Editor: Ahmad

Iklan