Operasi Sikat Noken Di Mimika: Balap Liar Dan Miras Jadi Sorotan
MIMIKA, TabukaNews.com — Perilaku berkendara di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, semakin tak terkendali. Kebiasaan memacu kendaraan berkecepatan tinggi tanpa mengindahkan aturan lalu lintas tidak hanya mengancam jiwa pengguna jalan, tetapi juga memicu gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat (kamtibmas).
Menjawab keresahan masyarakat, Kepolisian Resor Mimika menggelar patroli skala besar bertajuk Operasi Sikat Noken sejak Sabtu malam, 1 Agustus, hingga Minggu dini hari, 2 Agustus 2026.
Sebanyak 210 personel gabungan dari Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Pelopor dikerahkan dengan pusat pergerakan di Mako Pelayanan, Jalan Cenderawasih, Timika.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menumpahkan kekecewaannya atas masih rendahnya kesadaran berlalu lintas warga di wilayah perkotaan. Ia menceritakan pengalamannya menyaksikan langsung aksi nekat pengendara di jantung kota Timika.
"Kemarin saya lihat ada motor ngebut di pertim- di pertigaan Timika Mall. Dia datang dari arah kota, dia mau belok ke arah... Hasanuddin, itu dia enggak ada lagi rem-rem, ngweung langsung sreett mau terbang dia, mau jatuh itu," ungkap Alredo, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kombinasi Maut Aksi Ugal-ugalan dan Alkohol
Alredo menilai kecerobohan para pengendara—yang didominasi kelompok usia muda—menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas hingga konflik sosial di Mimika. Situasi ini diperparah oleh kebiasaan mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh minuman keras (miras) serta enggan menggunakan helm.
"Nanti kalau sudah kecelakaan, ya, atau ribut, baru menuntut Polisi segera tangani! Segera tangani! Begitu. Ya?," ungkap Alredo.
Ia mendesak warga melakukan introspeksi diri sebelum menyalahkan petugas penegak hukum di lapangan.
"Jadi, masyarakat dulu juga harus bisa tertib. Naik motor sembarangan, banyak enggak pakai helm, naik ngebut-ngebut, kondisi juga pengaruh minuman keras. Nah, begitu kelakuan-kelakuan anak-anak di- anak-anak muda rata-rata di sini," sambungnya.
Pemetaan Titik Rawan dan Pendekatan Humanis
Sebagai bentuk penindakan yang terstruktur melalui Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD), Polres Mimika membagi kekuatan ke empat pos strategis: Pos Bundaran SP2, Pos Pasar Lama, Pos Timika Mall, dan Pos Pasar Swadaya.
Tak berhenti di pos stasioner, polisi menerjunkan empat tim Rute Pengamanan Umum (RPU) untuk menyisir gang dan jalan pemukiman padat yang disinyalir rawan kejahatan.
Penyisirannya mencakup kawasan Kwamki Narama, Jalan Ahmad Yani, Gorong-gorong, jalur SP1 hingga SP5, Pasar Sentral, hingga batas Kampung Iwaka. Fokus utamanya adalah menyita minuman keras ilegal, senjata tajam, hingga narkotika.
Di tengah penyusiran malam hingga pagi hari itu, ada satu aspek menarik: pelibatan 30 personel Polisi Wanita (Polwan).
Alredo menyebut kehadiran Polwan merupakan bagian dari taktis penegakan hukum secara terukur dan humanis, terutama saat penanganan yang berhadapan dengan perempuan.
“Kenapa melibatkan personel polwan karena tidak menutup kemungkinan para pelaku kejahan atau korban adalah perempuan maka personel Polwan inilah yang melakukan penggeledahan,” imbuh Alredo.
Operasi skala besar ini menjadi ujian bagi kepolisian dan warga Mimika: apakah sekadar kejutan sesaat atau mampu mendorong perubahan kultur berkendara di jalan raya iklim demi kota yang aman.
(Editor: Ahmad)









