Nelson Sarira Korban Selamat dari Pembantaian oleh KKB di Beoga Berhasil Dievakuasi

-

Nelson Sarira Korban Selamat Dari Pembantaian Oleh Kkb Di Beoga Berhasil Dievakuasi

Timika,TabukaNews.com

Nelson Sarira, korban selamat dari aksi pembunuhan sadis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap delapan orang karyawan Pelaparing Timur Telematika (PTT) di Kampung Jenggeran Distrik Beoga Barat  Kabupaten  Puncak pada Kamis berhasil dievakuasi ke Timika.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2022, Kombes Pol Muhamad Firman, dalam konferensi pers  di Mapolres Mimika Jalan Agimuga Mile 32, Sabtu (5/3/2022) menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Maret 2022 pukul 03.00 wit,  bertempat di tower B3 Kampung Jenggeran Distrik Beoga Barat  Kabupaten  Puncak telah terjadi penyerangan terhadap karyawan  Palaparing Timur Telematika (PTT) yang dilakukan oleh KKB dimana diketahui dari CCTV milik PTT terdapat korban yang masih hidup atas nama Nelson Sarira.

Dari hasil investigasi melalui CCTV, diketahui  korban selamat, Nelson, sempat

menyampaikan bahwa rekan-rekan lainya sudah meninggal dibunuh  oleh KKB dan hanya dirinya yang masih hidup.

Dengan melihat fakta-fakta tersebut atas perintah Kapolda Papua,Ops Damai Cartenz 2022 melaksanakan rapat koordinasi untuk melakukan operasi penyelamatan terhadap korban Nelson.

Firman mengatakan Sabtu (5/3/2022)

Tim yang melaksanakan evakuasi korban yang terdiri dari  Penerbad Bell-412EP/HA-5177  dan  maskapai Komala Indonesia melaksanakan proses evakuasi korban selamat.

Dua helikopter yang melaksanakan evakuasi bergerak  menuju lokasi dalam rangka membantu karyawan yang masih selamat.

dua helikopter tersebut adalah   Penerbad Bell-412EP/HA-5177 (Aircover ) terdiri dari lima personil

dari Penerbad dan  satu  personel satgas Gakkum Ops Damai

Carstenz dan maskapai Komala Indonesia, AS 350 B3E/PK-KIE terdiri dari  satu capten pilot ,  satu co pilot dan dua  personel Satgas Gakkum

Ops Damai Carstenz.

Pukul 09.28 wit, Helikopter Penerbad Bell-412EP/HA-5177 take off menuju Site Repeater B3 Palapa Timur Telematika

(PTT) Beoga Kabupaten Puncak dalam rangka  membantu

evakuasi karyawan Palapa Timur Telematika (PTT)

Pukul 09.30 WIT, Helikopter Komala Indonesia, AS 350

B3E/PK-KIE take off menuju Site Repeater B3 Palapa Timur

Telematika (PTT) Beoga, Kabupaten Puncak dalam rangka evakuasi

karyawan Palapa Timur Telematika (PTT)

Pukul 10.00 wit dua  personel Satgas Gakkum turun dari

helikopter untuk melakukan evakuasi korban Nelson dan selanjutnya dibawa ke helikopter untuk dievakuasi ke Timika.

Pukul 10.47 WIT, Helikopter Komala Indonesia, AS 350

B3E/PK-KIE landing di Denpenerbad Timika dari Site Repeater

B3 Palapa Timur Telematika (PTT) Beoga, Kabupaten  Puncak dengan membawa karyawan selamat atas nama  Nelson Sarira.

Pukul 10.48 WIT, karyawan selamat atas nama  Nelson Sarira unboarding dari

heli, selanjutnya menuju ambulance Dokkes Polres Mimika.

 Nelson Sarira kemudian  dibawa menuju Mapolres Mimika mile 32 untuk mendapat penanganan medis

dari Dinkes kabupaten Mimika.

"Saat ini  korban dalam keadaan trauma hal ini wajar

melihat sudah tiga hari ketakutan sendirian di TKP menunggu

penyelamatan,"kata Firman.

Firman mengatakan dari hasil keterangan dua personel Satgas saat mengevakuasi korban bahwa korban sempat menyampaikan bahwa pelaku pembunuhan kedelapan rekannya  diperkirakan berjumlah 10 orang sebagian besar membawa parang dan senjata, para pelaku langsung masuk  dan melakukan  pembantaian terhadap para korban  di camp PTT

"Korban menyampaikan dirinya sendiri yang berhasil kabur,  Korban sempat kembali  camp dan melihat rekan rekannya sudah meninggal di camp,"kata Firman.

Adapun delapan korban  yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut adalah Bona Simanulang,Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaluddin,Sharil Nurdiansyah,Eko Septiansyah, Bebei Tabuni dan Ibo.

Firman mengatakan setelah pihaknya berhasil mengevakuasi korban yang selamat, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama guna melakukan evakuasi korban yang sudah meninggal dunia yang saat ini masih berada di tempat kejadian perkara.

"Selanjutnya kami akan melakukan konsolidasi untuk melakukan kegiatan evakuasi korban di TKP.  Langkah langkah selanjutnya  kami lakukan evakuasi korban yang sudah dipastikan meninggal dunia di lokasi,"kata  Firman. (**)

Iklan