Translate
Redaksi Tabuka News | 28 April 2026Mimika Proitaskan Jemaah Lanisia dan Disqbilitas Dalam Keberangkatan Haji 1447
MIMIKA, TabukaNews.com — Pemerintah Kabupaten Mimika resmi melepas 120 calon jemaah haji menuju Mekkah dalam sebuah seremoni di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026).
Keberangkatan tahun ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan operasional, dengan menempatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan sebagai prioritas utama layanan publik.
Di bawah payung regulasi baru—UU Nomor 14 Tahun 2025—standar pelayanan musim haji kali ini dirancang untuk mengatasi hambatan fisik bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Langkah ini diambil di tengah upaya nasional untuk mewujudkan proses ibadah yang lebih inklusif dan akuntabel.
Data demografis menunjukkan kontras usia yang tajam di antara para jemaah. St. Habubah Latif Mangesa (90) menjadi jemaah tertua, sementara Riswandy Syarifuddin (18) tercatat sebagai yang termuda.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. Muhammad Hilal T, menegaskan bahwa sistem pendampingan telah diperketat untuk menjamin keamanan tanpa mengurangi kemandirian jemaah.
"Kami mengusung komitmen 'Haji Ramah Lansia dan Disabilitas'. Petugas telah diinstruksikan untuk memberikan pendampingan khusus guna memastikan semua jemaah, tanpa kecuali, dapat beribadah dengan mandiri dan aman," jelas Hilal.
Secara total, 123 orang diberangkatkan, termasuk tiga petugas medis dan pembimbing ibadah yang bertugas memantau kondisi kesehatan jemaah secara real-time.
Keberhasilan mobilisasi ini didukung oleh koordinasi lintas instansi. Dinas Kesehatan Mimika memberikan subsidi penuh untuk pemeriksaan kesehatan, sebuah langkah krusial untuk meringankan beban finansial jemaah di tengah dinamika ekonomi.
Operasional keberangkatan akan dilakukan dalam dua kloter. Untuk kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026 melalui Bandara Mozes Kilangin menuju Makassar.
Untuk kloter kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada 10 Mei 2026 dan langsung masuk Embarkasi Makassar.
Sementara itu, jemaah asal Mimika tergabung dalam Kloter 29 (UPG). Mereka dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi 12 Mei 2026
Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekankan pentingnya ketahanan fisik mengingat tantangan iklim di Semenanjung Arab yang sering kali ekstrem bagi jemaah asal wilayah tropis.
Dalam amanatnya, Bupati Rettob mengingatkan para jemaah akan peran mereka sebagai duta budaya bagi Mimika di panggung internasional.
"Gunakan waktu di Tanah Suci dengan maksimal. Fokuslah pada ibadah, jaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem, dan jadilah teladan persaudaraan sekembalinya ke Tanah Amungsa," pungkas Johannes.
Langkah Mimika tahun ini mencerminkan tren global dalam penyelenggaraan ibadah haji yang mulai berfokus pada penghapusan diskriminasi akses bagi penyandang disabilitas, memastikan bahwa hak untuk menjalankan ibadah spiritual tetap terpenuhi bagi setiap warga negara.(Ahmad)