Mimika Jagokan Dua Inovasi Layanan Publik di Ajang IGA 2026 Kemendagri

Proses pemaparan dua inovasi layanan publik oleh Bupati Mimika dan sejumlah jajarannya pada ajang IGA 2026 Kemendagri. (Foto: Istimewa).

Mimika Jagokan Dua Inovasi Layanan Publik Di Ajang Iga 2026 Kemendagri

MIMIKA, TabukaNews.com — Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mempresentasikan dua inovasi pelayanan publik unggulan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (05/11/2026). 

Kedua program yang dipaparkan langsung oleh Bupati Mimika Johanes Rettob bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Dinas Sosial, serta RSUD Kabupaten Mimika tersebut berfokus pada penanganan kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat lokal.

Langkah ini diambil Pemkab Mimika sebagai bagian dari upaya memperluas akses serta efisiensi pelayanan dasar, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP) dan kelompok rentan.

"Hari ini bersama BRIDA, Dinas Sosial, serta RSUD Kabupaten Mimika sukses melaksanakan Presentasi Innovative Government Award (IGA) 2026 di Kementerian Dalam Negeri," ungkap Bupati Mimika, Johanes Rettob, dalam unggahannya di akun media sosial, Kamis (05/11).

"Dalam kesempatan ini, dipaparkan dua inovasi unggulan pelayanan publik Kabupaten Mimika, E-Layanan Dinsos (Amole Dinsos) dan Sa Antar Ko," jelasnya.

Dua Inovasi Unggulan: SA ANTAR KO dan AMOLE Dinsos 

Inovasi pertama yang diusung adalah SA ANTAR KO (Sistem Layanan Antar Pulang Pasien Rawat Inap Orang Asli Papua), sebuah program pemulangan pasien OAP dari RSUD Kabupaten Mimika secara gratis.

Mulai diterapkan pada tahun 2026 melalui tahap awal non-digital, skema ini dirancang untuk menyelesaikan persoalan beban ongkos transportasi yang sering dihadapai pasien setelah perawatan medis.

Selain menghapus kendala biaya, sistem ini memanfaatkan skema pemulangan terstandar yang dilengkapi fitur pemantauan perjalanan guna mengurangi risiko komplikasi kesehatan di jalan. Manfaat operasional lainnya adalah mempercepat rotasi tempat tidur (bed turnover rate) di RSUD Mimika agar kapasitas rawat inap berfungsi lebih optimal.

Inovasi kedua, AMOLE Dinsos, merupakan sistem E-Layanan berbasis aplikasi yang dikembangkan Dinas Sosial untuk mentransformasi pendataan anak terlantar dari manual ke digital.

Aplikasi ini mencakup empat fungsi utama:

  1. Pencatatan Digital: Menggantikan dokumen fisik agar data anak terlantar terintegrasi dalam satu basis data.
  2. 2. Penyimpanan Hasil Asesmen: Memfasilitasi kader dan petugas lapangan mengunggah dokumen evaluasi kondisi anak secara langsung.
  3. 3. Pemantauan Berkala (Real-Time): Memungkinkan Dinas Sosial memantau dinamika jumlah dan kondisi anak terlantar secara cepat.
  4. 4. Validasi Bantuan Sosial: Memastikan penyaluran program intervensi sosial dan bantuan pemerintah lebih akurat serta tepat sasaran.

Ujian Konsistensi dan Efektivitas

Keikutsertaan Kabupaten Mimika dalam ajang nasional IGA 2026 menjadi ruang pameran bagi efektivitas birokrasi daerah. Kendati demikian, efektivitas inovasi sektor publik di daerah pada akhirnya tidak ditentukan oleh trofi atau penghargaan semata, melainkan oleh konsistensi eksekusi di lapangan serta dampak nyata yang dirasakan oleh warga.

Bupati Mimika pun meminta dukungan penuh dari masyarakat agar kedua program ini dapat beroperasi maksimal secara berkelanjutan.

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Mimika, semoga inovasi ini dapat membawa Kabupaten Mimika menjadi yang terbaik dan semakin mempermudah akses layanan bagi masyarakat," ajaknya.

Editor: Ahmad

Iklan