Translate

Redaksi Tabuka News | 30 January 2026

Meramu Peluang Riset dan Inovasi, BRIDA Bahas Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Mimika

Meramu Peluang Riset dan Inovasi, BRIDA Bahas Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Mimika


TIMIKA, TabukaNews.com  - Badan Riset dan Inivasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mulai meramu peluang riset dan inovasi dengan membuka peluang kerja sama bagi Perguruan Tinggi. 

Hal itu dibahas dalam rapat bersama antara BRIDA dengan Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (Forkom PPTS) di lantai 3 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Mimika, pada Jumat (30/1/2026). 

Rapat ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Kabupaten Mimika Slamet Sutejo dan dihadiri oleh rektor dan perwakilan masing-masing perguruan tinggi di Timika.

Pertemuan ini pun disambut baik oleh para petinggi perguruan tinggi yang hadir mengingat sejak sekilas lama, kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemerintah daerah baru dapat tercapai ketika Slamet Sutejo menahkodai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru tersebut. 

Rektor Institut Jambatan Bulan, Dr. Tharsisius Pabendon saat ditemui usai rapat menyampaikan bahwa rapat ini menandai awal dari harmonisasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini BRIDA Kabupaten Mimika. 

Sebab, menurutnya perguruan tinggi swasta di daerah selama ini kurang dilibatkan oleh pemerintah dalam hal penelitian, riset maupun langkah-langkah menuju inovasi. 

Kurangnya keterlibatan perguruan tinggi dalam berbagai hal kebijakan pemerintahan di Kabupaten Mimika dipandang sebagai suatu kondisi yang ironi. 

Pasalnya, sudah banyak alumni dari berbagai perguruan tinggi di Mimika yang mengabdi untuk daerah ini yang juga memiliki kualitas yang tidak kalah jauh dengan lulusan perguruan tinggi terbaik di luar Mimika, namun justru tidak dilirik pemerintah daerah.

Termasuk keterlibatan dosen-dosen dari kampus-kampus di Mimika dalam hal riset dan inovasi di daerah.

"Misalnya banyak kan dari perguruan tinggi ini, misalnya dari kami ya, tenaga pengajar (Dosen) kan cukup berkualifikasi dan pada dasarnya semua dosen yang bersertifikassi punya kualifikasi penelitian yang memadai, karena tidak mungkin diberi penghargaan sertifikasi sebagai dosen kalau dia tidak mampu melakukan penelitian, dan itu menjadi tugas rutin," jelas Tharsisius.

Kata Tharsisius, apabila terjalin kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dalam hal ini BRIDA dengan perguruan tinggi maka akan ke depan akan membawa dampak yang luar biasa, baik dari sisi produk maupun dari sisi efisiensi.

Ia juga menuturkan bahwa etiap perguruan tinggi di Mimika memiliki mitra kerja dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia, serta memiliki tenaga ahli yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kecuali, jika kajian ataupun penelitian yang diberikan pemerintah daerah punya tingkat kerumitan yang tinggi barulah pihaknya mengajak mitra kerja untuk menyelesaikannya. 

Tharsisius pun berharap melalui pertemuan ini harmonisasi antara hubungan pemerintah dengan perguruan tinggi yang ada di Mimika semakin membaik serta berdampak positif pada pembangunan dan masa depan Mimika.

Sementara itu, Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menyampaikan bahwa rapat ini merupaka silaturahmi awal antara BRIDA dengan perguruan tinggi swasta di Mimika. 

Menurut Slamet, perguruan tinggi merupakan mitra strategis sehingga perlu adanya harmonisasi guna terjalinnya kolaborasi antara pemerintah dan juga perguruan tinggi guna mencapai suatu tujuan tertentu untuk kepentingan masyarakat dan juga daerah. 

Di samping itu, pertemuan ini juga dalam rangka menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat riset serta pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi-inovasi yang ada di Kabupaten Mimika.

"Kami tahu mahasiswa-mahasiswi lulusan (perguruan tinggi) sini juga rata-rata secara kualitas bagi saya—saya tidak ragukan karena saya bisa buktikan, dan setelah kita didik juga anaknya bagus jadi bisa bekerja dengan maksimal," kata Slamet.

Slamet menegaskan bahwa sebagai OPD baru tentu penuh dengan keterbatasan, baik dari sumber daya manusia (SDM) maupun dari segi pembiayaan atau anggaran. 

Kendati ia memastikan bahw ke depan, pihaknya akan terus berupaya mematangkan semua hal teknis dalam menunjang rencana kerja BRIDA ke depan, tentu dengan berbagai saran serta ide-ide dan gagasan semua pihak, termasuk perguruan tinggi. 

"Jadi memang secara kemampuan, man power dan juga pembiayaan masih sangat terbatas lah, tapi berikutnya kita akan maksimalkan itu sehingga dunia kampus dunia penelitian itu bisa inline lah dengan kebutuhan pemerintah daerah, khususnya jajaran birokrasi yang muaranya adalah bagaimana kita bisa menjawab ekspektasi, harapan masyarakat dan bagaimana bisa membawa Mimika lebih baik ke depan," tegasnya.

Menurut Slamet keterlibatan akademisi ataupun perguruan tinggi dalam hal riset dan inovasi sangatlah penting, mengingat hal ini bukan saja menjadi tugas pemerintah daerah. 

Nantinya, walaupun tidak semua hasil dari penelitian dan riset sama, namun dapat ditarik benang merahnya. Hal ini juga dapat dijadikan rujukan dan reverensi serta arsip ketika suatu-waktu dibutuhkan. 

Apalagi, BRIDA di tahun ini jugan akan menyusun masterplan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Kabupaten Mimika.

"Kami juga tadi menggagas untuk kami akan upayakan pertemuan rutin, jadi setiap dua bulan sekali sehingga komunikasi jadi lebih baik antara dunia akademis dengan kita yang di birokrasi," tutur Slamet.

"Tentunya kita menyikapi setiap perkembangan dinamika di masyarakat, terus bagaimana didekatkan dengan dunia akademis dan bagaimana implementatifnya itu dilibatkan dalam suatu kebijakan," pungkasnya. (Ahmad)