Menteri Ham Natalius Pigai Resmikan Pusham Stih Mimika
MIMIKA, TabukaNews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai meresmikan Pusat Studi HAM (Pusham) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika sekaligus membuka kegiatan penguatan kapasitas HAM.
Kegiatan yang dilaksanakan di Multi Purpose Community Center (MPCC), Selasa (18/8/2026), ini melibatkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot, Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, John NR Gobai dan tamu undangan.
Menteri HAM, Natalius Pigai, mengatakan pentingnya didirikannya Pusat Studi HAM di kampus sebagai garda depan pembangunan hak asasi manusia di Indonesia.
Meski Kementerian HAM sering dianggap kalah dari lembaga besar seperti Imigrasi atau Lapas. Namun, posisi kementerian ini tetap strategis dan memiliki pengaruh besar, bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa kementerian lain.
“Kementerian HAM akan selalu mendukung penuh pelatihan, pengembangan, sosialisasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan yang dilakukan pusat studi,” kata Natalius.
Katanya, pelanggaran HAM memiliki konsekuensi serius bagi dunia bisnis. Contohnya, jika seorang Menteri HAM menyatakan sebuah perusahaan melanggar HAM, maka saham perusahaan tersebut bisa langsung jatuh di bursa internasional, bahkan kolaps.
"Hanya HAM yang bisa menolkan perusahaan kolaps. Kalau saya bilang perusahaan ini melanggar HAM, sahamnya di New York bisa terjun bebas," ungkapnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot menyambut baik inisiasi ini.
Menurut Ananias, kolaborasi antara Pusham, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting dalam membangun kampung sadar hukum serta memperkuat perlindungan hukum bagi masyarakat Mimika.
“Dengan peresmian ini, kami harap STIH Mimika siap menjadi mitra strategis Kementerian HAM dan Pemkab Mimika dalam melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian ilmiah. Tujuannya jelas untuk memastikan nilai-nilai HAM membumi dan dirasakan langsung oleh setiap warga,” ucapnya.
Lebih lanjut Ketua STIH Mimika, Maria Florida Kotorok, menegaskan bahwa kehadiran Pusham bukan hanya sekedar menyalurkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun menjadi wadah strategi untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Dengan fokus utama Pusham STIH Mimika yakni, Ekonomi di mana kajian memuat hak atas kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja lokal, serta memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat adat.
Kemudian Pendidikan untuk mengawal hak anak bangsa untuk memperoleh akses pendidikan inklusif, berkualitas, dan berbasis budaya. Kesehatan, yakni advokasi pelayanan kesehatan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas, terutama bagi masyarakat pegunungan dan pesisir.
“Dan juga Lingkungan Hidup, di mana perlindungan hutan dan tanah ulayat dari kerusakan lingkungan, memastikan hak atas masyarakat ruang hidup yang sehat,”pungkasnya.
Penulis: Desy
Editor: Ahmad









