Membaca Arah Lonjakan Arus Kedatangan Ke Mimika Pada April 2026
MIMIKA , TabukaNews.com — Geliat mobilitas manusia menuju Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melonjak tajam sepanjang April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merekam arus kedatangan penumpang (debarkasi) bergelombang tinggi, baik melalui jalur laut maupun udara.
Uniknya, di tengah derasnya arus masuk, jumlah warga yang meninggalkan Mimika justru mengerut.
Merujuk Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS Mimika hari ini, lompatan paling kontras terjadi di sektor transportasi laut.
Jumlah penumpang yang merapat di Pelabuhan Pomako melesat tajam hingga 91,04 persen.
Pada April 2026, pelabuhan ini menyambut 3.985 orang, melonjak hampir dua kali lipat dibanding posisi Maret yang hanya menyentuh 2.086 orang.
Kendati demikian, jika diteropong secara kumulatif sepanjang caturwulan pertama (Januari–April 2026), total penumpang datang lewat jalur laut sebenarnya masih melorot tipis 1,59 persen menjadi 11.918 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Fenomena berkebalikan terjadi pada arus keberangkatan. Jumlah penumpang yang bertolak dari Pelabuhan Pomako justru menyusut 13,53 persen menjadi 2.339 orang, dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.705 orang.
Hingga saat ini, pintu gerbang laut Mimika praktis bertumpu di Pomako. Pihak otoritas menyatakan bahwa Pelabuhan Amamapare belum menyumbang data penumpang karena pelabuhan tersebut belum menyediakan layanan angkutan penumpang.
*Jalur Udara Ikut Berdenyut*
Tren serbuan penumpang datang juga membayangi sektor penerbangan melalui Bandara Mozes Kilangin, Timika.
BPS mencatat jumlah penumpang yang mendarat naik 19,85 persen secara bulanan (month-to-month), dari 27.570 orang pada Maret menjadi 33.044 orang pada April 2026.
Sama seperti potret di pelabuhan, arus keberangkatan udara justru melempem. Jumlah penumpang yang terbang meninggalkan Timika melorot 8,65 persen menjadi 30.846 orang pada periode yang sama.
Meski begitu, secara kumulatif empat bulan pertama tahun 2026, rapor pergerakan penumpang udara masih menunjukkan kurva positif.
Embarkasi (keberangkatan) penumpang udara tumbuh 9,27 persen menjadi 121.000 orang, sementara debarkasi (kedatangan) merangkak naik 5,37 persen menjadi 117.272 orang dibandingkan periode Januari–April 2025.
*Arus Logistik yang Variatif*
Di luar urusan mobilisasi manusia, dinamika sektor logistik dan kargo di Timika bergerak fluktuatif. Aktivitas perdagangan barang yang mengalir melalui pelabuhan laut menunjukkan performa dua arah.
Total barang yang dimuat (dikirim) dari Pelabuhan Amamapare dan Pomako menanjak 19,99 persen secara bulanan menjadi 24.763 ton pada April 2026.
Sebaliknya, volume bongkar (pasokan barang masuk) di kedua pelabuhan tersebut justru melorot 10,24 persen menjadi 94.571 ton.
Kondisi berbeda terlihat pada urat nadi kargo udara di Bandara Mozes Kilangin yang seluruhnya mencatatkan rapor hijau.
Volume muat barang melonjak signifikan sebesar 37,20 persen menjadi 1.955 ton pada April 2026.
Sementara itu, volume bongkar barang ikut menguat 7,14 persen menjadi 493 ton jika dikomparasikan dengan perolehan pada Maret 2026.
Laju pertumbuhan vertikal pada arus kedatangan manusia dan pengiriman kargo udara ini mengindikasikan bahwa Mimika tetap menjadi magnet ekonomi yang kuat di kawasan koridor Papua Tengah menjelang pertengahan tahun. (Ahmad)









