Lantik Badan Pengurus Asosiasi UMKM Mimika, Plt Bupati JR: Pesan Presiden Jokowi UMKM Didorong Terus

-

Lantik Badan Pengurus Asosiasi Umkm Mimika, Plt Bupati Jr: Pesan Presiden Jokowi Umkm Didorong Terus

Timika, Tabukanews.com – Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), melantik Badan Pengurus Asosiasi (BPA) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika. Pelantikam itu digelar di Aula Pertemuan Hotel Cenderawasih 66, pada Senin (12/12/2022).

Berdasarkan SK Nomor 440 Tahun 2022 tertanggal 25 November 2022, BPA dilantik dengan Ketua Umum Asosiaso UMKM dipercayakan kepada Benyamin Meo, Wakil Ketua 1, Agapitus Kateyauw, dan Sekum, Petrus Kimho.

BPA UMKM Kabupaten Mimika sesuai SK yang dibacakan, bertugas untuk yaitu membangun kerjasama dengan pemerintah dalam rangka pengembangan UMKM, mendata semua usaha UMKM di Kabupaten Mimika, mendorong masyarakat untuk berwira usaha, serta bersama pemerintah melakukan koordinasi pembinaan evaluasi UMKM di Mimika.

Dalam sambutannya Plt. Bupati JR menilai kegiatan BPA UMKM Mimika sangat positif dan juga bertepatan dalam suasana menyongsong Natal dan Tahun Baru.

Pembangunan ekonomi kerakyatan di Mimika merupakan perwujudan dari amanat Preside Joko Widodo, dalam pertemuan internasional sebelumnya di Bali.

"Menjadi semangat pendorong untuk semua kader yang telah dilantik. Program UMKM adalah prioritas dari Presiden Jokowi saat ini, dalam pesan acara G20 kemarin UMKM didorong agar terus bertumbuh menjaga ekonomi di indonesia," ujarnya.

Lagi kata JR, persoalan UMKM yang paling sulit adalah dari sisi pemasaran. Untuk itu pemerintah daerah akan lebih sering mengadakan festival agar produk lebih dikenal masyarakat luas.

"Festival kemarin antusias dari masyarakat begitu besar dan saat ini sudah ada 800 UMKM yang terdaftar di Timika. Tentunya hal seperti ini harus dilanjutkan," sebutnya.

Tambah JR, UMKM merupakan pendorong ekonomi terbesar di satu daerah, UMKM bahkan bisa memberikan peningkatan ekonomi sampai 80 persen ekonomi daerah. "Maka tidak salah kita gas full terhadap UMKM," tegasnya.

"Terima kasih juga disampaikan kepada KADIN Mimika dalam hal ini  bisa bekerjasama dengan berbagai organisasi dan pemerintah, mengembangkan semua potensi untuk meningkatkan produksi dan penjualan produk sehingga dampaknya bisa meningkatkan ekonomi keluarga, dan ekonomi kabupaten," katanya lagi.

Menurutnya, Pemkab Mimika terus berusaha memberikan pendampingan, rumpun ekonomi tiap OPD untuk terus membantu pemasaran. "Karena pemasaran salah satu yang paling urgen, produksi banyak tetapi tidak dibarengi dengan pemasaran hasilnya tidak akan maksimal.

John Rettob juga meminta kepada seluruh BUMN untuk membantu UMKM, supaya bisa bertumbuh dan berkembang. Pemerintah juga merubah pola bantuan, sebelumnya pemerintah memberikan bantuan langsung, namun sekarang polanya lewat Kredit Usaha Rakyat bekerjasama dengan Bank. "Agar ada  rasa tanggungjawab dari penerima bantuan," tuturnya.

Ketua BPA UMKM Mimika, Benyamin Meo, dalam sambutannya memaparkan, perkembangan asosiasi UMKM yang terbentuk sejak 2 November sampai saat ini sudah memiliki 22 outlet penjualan.

Dari 22 outlet tersebut ada 5 outlet yang masuk di hotel berbintang, diantaranya, Hotel Horison Diana, Hotel 66, Grand Tembaga, Hotel Horison Ultima, Hotel Cartenz, kemudian ada tiga di pusat perbelanjaan seperti di Diana mall, Cahaya Aditama, dan Ramayana Departemen Store, juga ada di kantor-kantor seperti KPPN.

Lebih lanjut Benyamin mengatakan pengurus baru mempunyai empat program utama untuk jangka pendek, yaitu menambah jumlah outlet hingga 40 outlet sampai pertengahan 2023, kedua mendorong UMKM bergabung dalam asosiasi dan memiliki ijin yang lengkap, ketiga penguatan SDM untuk anggota asosiasi, anggota perlu dibekali keterampilan memanage keuangan, inovasi produk-produk yang sesuai dengan perkembangan pasar, keterampilan kemasan, membenahi rumah produksi sesuai standar tertentu, sehingga tidak hanya dijual di Timika tetapi juga di luar Timika.

Di tempat yang sama Ketua Kadin Mimika, Abraham Raweyai, berterima kasih kepada Plt. Bupati JR yang serius membangkitkan UMKM di Timika.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu dibenahi untuk meningkatkan daya saing UMKM di Mimika diantaranya perbaikan managemen sistem keuangan, masalah distribusi produk dan rantai suplay.

“Setelah sebulan berjalan sejak 5 November, ada beberapa hal yang perlu kita benahi, yaitu managemen keuangan, distribusi dan rantai suplay, saya sudah menurunkan timuntuk pendampingan, harus ada managemen yang benar-benar profesional karena pemasukan UMKM sudah besar, contohnya  dalam 2 minggu penjualan snack ke bar-bar mencapai seribu bungkus pesanan” kata Bram.

Kadin juga mencanangkan produk UMKM yang menjadi ciri khas kabupaten Mimika seperti Batik motif Amungme Kamoro. Selain itu ada rencana membuat program Bank sampah. "Sampah menjadi nilai ekonomi," tandasnya.(dzy)

Iklan