Lagi, Asn Korban Rolling Brutal Angkat Bicara, Marselino Mameyau Ungkap Uneg-unegnya
TIMIKA, Tabukanews.com –Marselino Mameyau, salah satu ASN korban rolling brutal yang terjadi di lingkup Pemkab Mimika juga angkat bicara.
Ia mempertanyakan, dengan adanya masalah rolling jabatan ini, apakah seorang Bupati Mimika kebal hukum. “Sampai aturan yang sudah jelas-jelas dibuat dalam UU pun masih bisa dilanggar. Apakah hukum juga memilih-milih paa siapa dia akan bersandar?” tanyanya kritis.
Ia merasa hak kesulungannya sebagai pemegang hak ulayat adat daerah Mimika dirampas dan dilecehkan. Dijegal untuk memimpin tanah kelahirannya sendiri.
"Hak kesulungan saya atas tanah kelahiran dirampas orang lain. Diinjak-injak, tidak dihargai," ungkapnya kesal.
Menurutnya, Pemerintah Pusat tidak perlu buat yang namanya Otonomi Khusus (Otsus), karena itu semua hanya formalitas saja. “Buktinya pada roling yang sudah dibuat empat kali oleh bupati Mimika, tidak pernah melibatkan wakil bupati Mimika, Sekda & BPKSDM. Ada apa dengan ini semua?” sebutnya.
Marselino, menduga kuat ada pembisik yang mengendalikan kebijakan kepala daerah, sehingga hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Bupati lebih mendengarkan tiga srikandi yang mengatur Kabupaten Mimika. Apakah orang Toraja sudah masuk juga dalam Otsus sehingga mereka-mereka saja yang berdominan di pemerintahan Kabupaten Mimika ini?” tambahnya.
Atas kekisruhan seputar rolling jabatan di lingkup Pemkab Mimika ini, Marselino mendesak pemerintah pusat menangani sehingga bisa selesai dengan baik.
“Saya minta untuk pak Mendagri, KSN, Ombudsman untuk turun tangan dalam hal ini, jangan hanya diam, mendengar tapi tidak ada langkah yang diambil. Jangan biarkan saudara-saudara kita Amungme dan Kamoro jadi penonton dan jadi bola di negerinya sendiri,” tandasnya. (Manu)









