Translate

Redaksi Tabuka News | 01 January 2026

Kunci Tahun, Ratusan Personel Gabungan TNI Polri dan Mitra Kamtibmas Dikerahkan Untuk Pengamanan

Kunci Tahun, Ratusan Personel Gabungan TNI Polri dan Mitra Kamtibmas Dikerahkan Untuk Pengamanan


Timika. TabukaNews. Ratusan personel TNI Polri dan jajaran Mitra Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dikerahkan untuk melakukan pengamanan malam kunci tahun 2025 dan penyambutan tahun 2026 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tangah, Rabu (31/12/2025). 

Adapun jumlah personel gabungan yang dikerahkan sebanyak 478. Mereka akan melakukan pengamanan di sembilan titik di dalam pusat Kota Timika. 

100 personel bakal ditempatkan di pelataran Graha Eme Neme Yauware pada acara lepas sambut yang diselenggarakan pemerintah daerah. 

Sementara sisanya ditempatkan di Sp2, Petrosea, Diana Mall, Perempatan Budi Utomo Hassanudin, pertigaan Irigasi, Pasar Lama, PIN Seluler dan Timika Mall. 

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman dalam apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu Sore menegaskan bahwa seluruh personel harus selalu siaga dan melakukan pengamanan secara humanis. 

Dalam pengamanan ini, para personel tidak diizinkan melakukan tindakan melepaskan ataupun membunyikan tembakan. 

Kapolres juga memerintahkan seluruh perwira dari masing-masing satuan untuk melakukan pengecekan amunisi terhadap setiap senjata api yang dipegang oleh personel. 

“Yang paling penting tidak ada bunyi tembakan. Semua komando ada di saya, apabila terjadi sesuatu, kesempatan pertama lapor kepada Kapolres selaku penanggungjawab pengamanan tahun baru 2026,” tegas Kapolres. 

Selanjutnya, kata Kapolres bahwa dalam perayaan malam tahun baru di tahun ini tidak ada pesta kembang api. Hal ini sebagai bentuk empati terhadap Sumatera yang sementara berduka pasca disapu bencana banjir bandang dan longsor. 

Ia menegaskan, segala bentuk euforia berlebihan seperti konvoi kendaraan hingga mengkonsumsi miras dilarang.  

Terkait larangan pesta kembang api, Billy menyebutkan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh agen dan distributor agar kembang api jenis tertentu ditarik dari peredarannya di pasaran. 

Agen dan distributor diminta menjual petasan dengan selektif agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat, terutama di kalangan anak-anak. 

Billy juga mengimbau para orang tua agar dapat mengontrol anak-anaknya sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan saat bepergian di malam tahun baru. 

“Karena memang rawan digunakan untuk tawuran. Kemarin kami sudah amankan, ada tiga, salah satunya masih di bawah umur, yang pelaku-pelaku tawuran itu,” pungkasnya. (Ahmad).