Kemenperin Latih 105 Calon Wirausaha Baru IKM di Mimika

Anggota DPR RI Komisi VII, Arjuna Sakir didampingi Direktur Industri Aneka Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany, Kadisperindag Mimika, Sabelina Fitriani, Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Amba dalam foto bersama peserta. (Foto: Desy).

Kemenperin Latih 105 Calon Wirausaha Baru Ikm Di Mimika

MIMIKA, TabukaNews.com — Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/9/2026). Program ini diikuti oleh 105 peserta yang terbagi dalam tiga sektor usaha potensial, yakni olahan kue, jasa sablon, serta servis AC dengan masing-masing kuota 35 peserta.

Pembukaan bimbingan teknologi ini dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI Arjuna Sakir, Direktur Industri Aneka Ditjen IKMA Kemenperin Reny Meilany, Kepala Disperindag Mimika Sabelina Fitriani, dan Staf Ahli Bupati Mimika Petrus Pali Amba. Program kolaboratif ini dirancang untuk mendorong terciptanya lapangan kerja baru serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Papua Tengah.

Anggota Komisi VII DPR RI Arjuna Sakir menekankan pentingnya pemerataan pembangunan industri hingga ke daerah agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat tempatan.

“Kita ingin masyarakat Papua Tengah tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha, pencipta produk, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi daerah,” kata Arjuna, Rabu (2/9/2026).

Arjuna menambahkan, ketiga bidang pelatihan yang dipilih memiliki daya serap pasar yang tinggi di Timika. Melalui pembekalan materi serta praktik langsung, peserta diharapkan tidak sekadar menguasai teknis produksi, melainkan mampu memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka Ditjen IKMA Kemenperin Reny Meilany menjelaskan alasan pemerintah pusat lebih mengutamakan program pelatihan terpadu dibandingkan bantuan dana tunai.

“Kalau anggaran yang diberikan seolah-olah kita tidak tahu nanti akan berputar kemana. Dengan kami lakukan langsung dalam bentuk pelatihan atau Bimtek kami rasa jauh lebih bermanfaat karena sudah jelas akan kami dorong jadi wirausaha,” tutur Reny.

Selain menerima teori, para peserta dibekali praktik wirausaha secara intensif selama pelatihan berlangsung. Reny berharap Disperindag Kabupaten Mimika dapat melanjutkan pendampingan berkala pasca-pelatihan agar para alumni IKM ini mampu mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja lokal.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan