Kebakaran Lahan Di Sp7 Jadi Ancaman Karhutla, Bpbd Mimika Beri Peringatan Bagi Masyarakat
MIMIKA, TabukaNews.com — Peristiwa kebakaran lahan melanda kawasan Jalan SP7, Jalur 10, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Kamis, 10 September 2026 malam.
Insiden ini mempertegas ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang seiring meningkatnya masuknya musim kemarau di wilayah Mimika.
Kobaran api yang membakar tutupan semak kering tersebut sempat memicu ketakutan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dilokalisasi oleh petugas pemadam kebakaran.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika Agustina Rahaded menyatakan memfokuskan tujuh unit armada pemadam kebakaran ke lokasi untuk mencegah rambatan api ke kawasan pemukiman.
Operasi pemadaman dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari warga lokal bernama Maxi pada pukul 18.54 WIB.
"Kami dihubungi sekitar pukul 18.54 WIT oleh Pak Maxi. Tim kemudian ke tempat kejadian dan melakukan pemadaman hingga pukul 21.33 WIT api berhasil padam," tutur Agustina saat dihubungi pada Jumat (11/9/2026) siang.
Suhu udara yang meningkat disertai kondisi vegetasi yang mengering dalam beberapa minggu terakhir dinilai mempertinggi risiko kebakaran lahan.
Guna mengantisipasi eskalasi karhutla selama kemarau, BPBD Mimika mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara membakar (openburning).
Pihak BPBD menggarisbawahi sejumlah langkah mitigasi prioritas yang harus diterapkan warga:
- Pencegahan Pembakaran Lahan: Dilarang keras membuka atau membersihkan lahan perkebunan dengan cara pembakaran untuk mengantisipasi api lepas kendali.
- Pengawasan Api Sampai Padam: Menghindari kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan dan wajib memastikan sisa pembakaran padam total.
- Pengendalian Puntung Rokok: Tidak membuang puntung rokok sembarangan di lokasi yang dipenuhi rumput, semak, atau daun kering.
- Pemeriksaan Instalasi Domestik: Memeriksa secara berkala jaringan kabel listrik, regulator, dan selang kompor gas untuk mencegah potensi kebakaran sekunder di pemukiman.
- Sanitasi Lingkungan: Membersihkan pekarangan rumah dari dedaunan kering serta bahan yang mudah terbakar.
BPBD Mimika meminta masyarakat segera menghubungi posko pemadam kebakaran jika menemukan titik api sekecil apa pun agar dapat ditangani secara cepat.
Editor: Ahmad









